Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Pakaian yang digunakan oleh seseorang memang harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal inilah yang menjadi motivasi awal ketertarikan Ibu dua anak ini untuk membuka usaha konveksi.

Dia adalah Ayu, pemilik usaha “Ayu Konveksi” yang terletak di komplek perumahan Jalan Imogiri Timur km 8. Dalam rumah besar yang dihuni keluarganya sekaligus menjadi tempat produksi itu, Ayu bersama suami dan sepuluh karyawannya menggarap bisnis jasa konveksi dimulai sejak tahun 2007. Keberanian membuka usaha konveksi bermula dari berhentinya Ayu dari pekerjaannya lalu melihat peluang kebutuhan pakaian yang menjadi kebutuhan primer semua orang, sehingga muncul keinginan untuk bisa mengelola usaha bersama suami.

Ragam aneka produksi di Ayu Konveksi

Jenis produksinya pun beraneka ragam, mulai dari baju seragam sekolah, seragam kerja, baju pribadi dan masih banyak lainnya. Kualitas yang bagus dan sistem pelayanan yang memuaskan membuat jasa konveksi ini lebih sering menerima pesanan dalam partai besar dibandingkan partai kecil, misalnya seragam sekolah ataupun perusahaan yang biasanya mencapai ratusan item dalam sekali pesan.

Tanpa promosi berlebihan tetap dikenal banyak kalangan

Membuat website merupakan salah satu strategi yang dilakukan Ayu untuk bisa memperkenalkan usahanya kepada semua orang. Selain itu relasi dengan kerabat, teman, dan kolega juga sangat membantu dalam hal promosi. Proses pemesanan bisa via online di website www.ayukonveksi.com , telepon 0821-3811-6996, atau datang langsung ke lokasi produksi. Jika berminat membuat seragam formal atau non-formal, mungkin bisa mencoba menggunakan jasa dari “Ayu Konveksi”. Menjaga kualitas tentu saja menjadi salah satu cara agar konsumen yang pernah menggunakan jasanya akan tertarik kembali bahkan bisa sampai berlangganan. Tidak heran jika pendapatan bersih yang diperoleh Ayu mencapai sepuluh juta perbulannya.

Baca Juga:  Melanggengkan Warisan Batik Tulis Giriloyo

Karyawan yang bekerja pada bagian menjahit sengaja dicari dari kalangan yang memang punya keterampilan menjahit, mengingat produksi baju yang terkadang mendadak dalam partai besar dan harus selesai dalam jangka waktu singkat. Sedangkan untuk bagian cutting, pacaking dan finishing Ayu memperkerjakan beberapa tetangga yang memang bersedia bekerja membantu usahanya.

 Menjaga kualitas dan pelayanan

Suka duka dalam berwirausaha memang pasti ada, seperti yang dirasakan Ayu ketika menghadapi calon konsumen yang terkadang tidak konsisten dalam kesepakatan awal pemesanan sehingga harus menanggung kerugian.

“Kendala paling besar bagi seorang penjahit itu biasanya ya waktu, contohnya seragam sekolah itu kan musiman, jadi sekali rame bisa sampai nolak pesanan lain, giliran pas lagi tidak musimnya ya sepi,” jelasnya.

Untuk tetap bisa stabil tentunya harus tepat dalam hal pengelolaan dana, terutama masalah permodalan. Disamping bekerja sama dengan lembaga keuangan, dari uang muka para pemesanlah yang dijadikan modal terutama untuk pembelian bahan baku.