Produk Zaki Jaket Kualitas Nasional

Berkunjung ke Bantul Yogyakarta tidak melulu tentang wisata dan kulineran. Di sepanjang jalan-jalan protokol di wilayah selatan Yogyakarta tersebut kini jamak ditemui toko-toko yang menjual produk fashion anak muda berkualitas. Iya, trend berbisnis yang kini menggandrungi anak muda di se antero tanah air menular juga di Bantul. Anak muda di kota tersebut saling berlomba mengkreasi produk khususnya fashion dengan beragam jenis.

Tim liputanUKM berkesempatan mengunjungi salah satu toko fashion yang menawarkan produk bergenre jaket beragam jenis, seperti hoodie, parka, sweater, jumper, dll. Toko tersebut berlokasi di Jalan Imogiri Timur KM 6. Untuk urusan kualitas jangan ditanya, meskipun lokal (daerah), tetapi kualitasnya berani bersaing dengan produk-produk pabrikan lainnya.

Zaki Jaket, begitu sang pemilik Diestori (34) menamai brand produknya. Pria berusia 34 tahun itu, menciptakan dua brand jaket lokal yang diberi nama Tripple F dan In Voice. Diestori sengaja membuat kedua brand tersebut, karena melihat masyarakat Yogya yang lebih antusias dengan kualitas pakaian dibandingkan popularitas dari suatu brand. Harga jaketnya pun cukup bersahabat dengan kantong. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya 55k-145k untuk membeli jaket-jaket menarik ini.

Outlet Zaki Jaket Bantul

Jika anda menyusuri ruang outlet, disana terdapat berbagai model jaket yang telah disesuaikan dengan selera konsumen. Jaket juga bisa anda pesan secara custom, dengan minimal pembelian 12 pcs. Tertulis nomor kontak pemilik outlet di setiap hang tag jaket yang bisa anda hubungi, jika ingin memesan jaket secara custom. Cara ini sekaligus menjadi strategi pemasaran Zaki Jacket agar semakin dikenal. Seperti masyarakat digital pada umumnya, Diestori tidak lupa untuk mempromosikan outletnya secara online. Melalui grup Whatsapp dan Facebook, konsumen mulai berdatangan membeli jaket atau sekedar untuk melihat-lihat.

Baca Juga:  Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) 2017

Sebelumnya outlet hanya dibangun sederhana menggunakan bambu dan terpal. Selama kurun waktu 15 tahun mengembangkan usaha dibidang clothing, Diestori mengalami jatuh bangun mengembangkan usaha, “Sempat jatuh bangun jual di pasar malam. Jualan di pinggir jalan juga. Akhirnya pinjam uang 15 juta. Habis itu uangnya semakin berputar hingga sekarang. Bekerjasama dengan konveksi dari Bandung. Kontrak tanah disini, terus bangun outlet sendiri. Awal-awal masih pakai bambu, dan ditutup terpal,” jelasnya. Kini outlet Zaki Jaket dibuka dibeberapa lokasi, total terdapat 5 outlet tersebar di daerah Bantul, Piyungan, dan Prambanan.

Tim liputanUKM