Cr: liputanukm.com

LIPUTAN UKM – Seorang pejuang bisnis tentunya akan berusaha menggali potensi dengan menerobos segala hambatan yang ia temui. Anisah Zuhriyati (23 tahun) sudah niat dan tekun mempelajari konsep dan praktik berbisnis, serta internet marketing melalui berbagai pelatihan. Kemudian tercetuslah ide untuk membuka usaha produksi benang kaos berbahan katun dan polyester. Selain memang berminat, ia ingin mandiri secara finansial.

Sudah Berminat Sejak Masih Kuliah

Anisah membuat benang kaos, ia yang memotong dan merajutnya sendiri secara manual sejak masih duduk di bangku kuliah. Sebelumnya, Anisah menekuni bisnis handicraft yang permintaan dan penghasilannya tidak menentu. Awal tahun 2017 menjelang masa akhir studinya, Anisah mulai berpikir untuk memiliki penghasilan sendiri, dan berniat membuka bisnis dengan penghasilan yang stabil. Sebagai langkah awal, perempuan lulusan Sastra Indonesia UGM ini bergabung di komunitas Jogja Muslimah Preneur untuk mencari insight seputar dunia bisnis. Selain itu, ia juga sudah beberapa kali mengikuti pelatihan internet marketing.

Pelatihan Bisnis dan Internet Marketing Jadi Kunci

Setelah mengikuti berbagai pelatihan, ia memutuskan untuk menjual bahan baku dari sebuah produk. ”Bisnis kerajinan itu branding-nya butuh waktu lama. Setelah mengikuti pelatihan, aku jadi mikir kira-kira bisnis apa ya yang bisa sustain?. Oh ya, mungkin aku harus coba jual bahan bakunya”, ujar Anisah saat ditanya soal latar belakangnya memilih bidang bisnis ini. Mulai lah Anisah membangun bisnis benang kaos pada bulan Oktober 2017 yang diberi brand Bebe Benang. Beralih ke bisnis bahan baku handicraft, para pesaing bisnisnya dulu kini malah menjadi customer-nya. Ia pun memulai bisnis ini dengan modal awal yang tidak besar yakni, hanya sekitar tiga ratus ribu.

Baca Juga:  6 Marketplace Indonesia Siap Bantu Pemerintah Online-kan UMKM

Produksi Capai Ratusan Per Bulan

Sejauh ini Bebe Benang sudah menghasilkan 250-350 gulung dalam satu bulan. Ada 3 jenis paket benang yang ditawarkan. Masing-masing jenis dipatok dengan harga yang berbeda yakni, 35 ribu, 38 ribu, dan 40 ribu. Harga benang dibedakan berdasarkan sifat fisik dan nilai kegunaannya. Pengiriman barang biasanya melalui ekspedisi dan COD di daerah tertentu. Pembelian menggunakan sistem PO dan ready stock untuk benang kaos dengan warna yang tersedia.

Internet Marketing Dengan Trik Khusus

Pemasaran produk Bebe Benang kini sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, NTT, dan NTB. Luasnya jangkauan pemasaran Bebe Benang ini berkat Anisah yang memanfaatkan platform online seperti media sosial dan marketplace. Follow pemilik akun yang berprofesi sebagai perajut dan profesi lain yang terkait, merupakan cara sederhana yang dilakukan Anisah agar produknya bisa dijual tepat sasaran.

“Sempat mikir juga dulu, masa sih dengan follow banyak orang bisa nambah income? Dan ternyata itu berpengaruh untuk bisnisku. Customer-ku bertambah“, jelas Anisah. Banyak cara sederhana lainnya yang bisa dilakukan yaitu, menambah hastag, posting secara berkala, Bebe Benang pada dasarnya memiliki pasar sendiri. Ini menjadi tantangan dan kemudahan bagi Bebe Benang dalam mengembangkan usaha. Alhasil, Bebe Benang memiliki pelanggan tetap dan loyal.

Saat ini Anisah sedang fokus memperluas pasar dan menambah customer. Ia berharap masyarakat semakin aware dengan produknya. Harapan kedepannya, keberadaan Bebe Benang bisa bermanfaat, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat. Selain itu, Anisah berencana membuat channel kreatif di platform online lainnya seperti You Tube, membuat tutorial yang bisa dinikmati khalayak. Ia ingin menunjukkan bahwa, merajut adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Terakhir, besar harapan Anisah untuk kembali menjalankan bisnis rajutnya yang sempat berhenti.

Baca Juga:  Mendag Akan Wajibkan Marketplace Jual Produk UMKM