Sambal Maiq Lombok

Setiap daerah di Indonesia biasanya memiliki makanan khas masing-masing. Makanan khas pada suatu daerah biasanya menjadi buah tangan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Begitupun yang terjadi dengan sambal terasi khas Lombok. Sambal yang terkenal dengan tekstur keringnya itu kini menjadi salah satu oleh-oleh khas wisatawan yang berkunjung ke Lombok.

Banyak pelaku usaha di Lombok yang mencoba peruntungan mengembangkan bisnis sambal terasi kering, salah satunya adalah Inorda Sofiehara. Awal mula Inorda membuka usaha ini dimulai ketika dirinya memutuskan untuk hijrah ke Lombok. Sebagai ‘orang baru’ Inorda diperkenalkan dengan sambal terasi kering ketika itu hingga membuatnya ketagihan. Dari situ Inorda mulai terfikir untuk tahu lebih detail tentang sambal terasi baik dari segi bahan baku maupun potensi bisnisnya.

“Ada cerita juga dari keluarga yang bilang jika sambal terasi itu sudah sampai luar negeri, terutama dibawa oleh warga sini (putra daerah) yang tengah belajar di sana,” ujar Inorda. Kondisi demikian menyulut motivasinya untuk mengembangkan sambal terasi sebagai pilihan bisnis yang akan ditekuni. Hasilnya, Inorda mantap membuka bisnis sambal terasi kering tersebut dengan menggunakan brand Sambal Maiq.

Saat memulai usaha, Inorda sempat menemui kendala dalam mencari kemasan sambal terasi hasil produksinya. “Ada kendala pada kemasan, sempat keliling Lombok untuk cari kemasan yang pas tetapi tidak nemu sama sekali, sampai pada akhirnya saya pesan dari Jawa, tentu saja dengan ongkos kirim yg tidak murah, namun saya beranikan diri supaya usaha ini bisa segera tereksekusi,” terangnya saat ditanya tentang kesulitan yang ditemui ketika memulai usaha.

Dengan modal sebesar 500.000 dan resep turun-temurun dari keluarga, Inorda memproduksi sambal terasi kering ini dan memasarkannya ke berbagai daerah.

Baca Juga:  Melakoni Hobi Sekaligus Pekerjaan Sebagai Beauty Vlogger

Bahan Baku Cabai Dari Kebun Sendiri

Produk Sambal Maiq Lombok

Sambal Maiq diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet, namun hanya kombinasi bahan alami seperti cabai rawit, bawang putih, dan garam. Sadar jika cabai sebagai bahan baku utama harganya fluktuatif, Inorda berinisiatif membuat kebun cabai sendiri. “Dulu beli langsung dari petani, tetapi sekarang Alhamdulillah udah punya kebun cabai sendiri karena harganya yang tidak stabil, makanya saya berpikir untuk menanam cabai sendiri supaya lonjakan harga cabai tidak mengganggu stabilitas harga sambalnya,” lanjut Inorda.

Dalam sebulan, Inorda mengaku bisa memproduksi sekitar 800 s.d. 1.000 botol sambal. Sambal-sambal tersebut kemudian dipasarkan di beberapa toko oleh-oleh dengan harga Rp.25.000,00/ botol.

Sambal Maiq mempunyai beberapa keunggulan dibanding produk sejenis lainnya. Sambal Maiq memiliki daya tahan lebih lama, yakni kurang lebih setahun sejak diproduksi. Cara penyajiannya pun sangat sederhana, cukup ditabur diatas makanan. Selain itu sambal terasi kering ini biasa untuk lauk, cemilan, dan bumbu untuk memasak. Cukup serba guna dan praktis, bisa dibawa kemana saja.

Sejauh ini konsumen Sambal Maiq berasal dari berbagai kalangan dengan beragam keperluan. “Pernah juga ada yang order sebagai souvenir suatu acara, hingga menjadi buah tangan salah satu anggota DPD RI, karena waktu itu kami sempat mendapat kunjungan dan mendapat bantuan modal, selain itu sambal Maiq juga diminati hingga ke mancanegara seperti China, Jepang, Taiwan, hingga Rusia,” terang Inorda.

Sejauh ini, Inorda cukup perfeksionis dalam hal kualitas produk. Untuk itu, Inorda selalu melatih para pegawainya serta selalu mengontrol kinerjanya. Jika orderan sedang naik, Inorda biasa memberikan penghargaan kepada karyawannya, berupa tunjangan khusus. “Saya suka kasih bonus mereka kalo pas orderan lagi naik, tiap lebaran dan tahun baru ada tunjangan khusus, kadang saya ajak mereka liburan bareng, kalo saya lagi keluar kota kadang saya bawain oleh-oleh,” jelasnya.

Baca Juga:  Botani Food Nusantara, Produk Olahan Asli Tanah Kudus

Strategi Pemasaran Menjadi Kunci Sukses

Inorda Sofiehara Owner Sambal Maiq

Strategi pemasaran menjadi kunci pokok bagi Inorda hingga bisa memperoleh konsumen sampai mancanegara. Dulunya, Inorda pertama kali menawarkan produk sambal tersebut ke beberapa temanya. Setelah kini marak penggunaan sosial media sebagai ujung tombak pemasaran, dirinya pun beralih ke Instagram. Hasilnya konsumen sambal Maiq lambat laun makin meningkat tajam. Peluang tersebut dimanfaatkan Inorqa untuk merekrut para reseller yang bersedia memasarkan Sambal Maiq ke berbagai daerah di tanah air.

Ketika ditanya tentang kunci suksesnya dalam berbisnis, Inorda tanpa ragu menyebut keberaniannya mencoba hal yang baru, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas yang menjadi kuncinya. Besar harapan Inorda memiliki bisnis yang bisa menginspirasi anak muda untuk berwirausaha dan semangat melestarikan produk lokal sebagai kekayaan daerah. Baginya, ada yang lebih penting dari sekedar mencari kerja yaitu, membuka lapangan pekerjaan sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat mengurangi angka pengangguran.

tim liputanUKM

Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi