Acara Pembukaan Bantul Expo 2018 di Pasar Seni Gabusan

LIPUTAN UKM – Sampai saat ini, UMKM masih menjadi kekuatan perekonomian nasional. Bersamaan dengan itu, isu perdagangan bebas melatarbelakangi gencarnya pemerintah dan masyarakat melakukan pembangunan berbasis sumber daya lokal. Upaya ini digencarkan di berbagai daerah, tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang beberapa waktu lalu (27/07) meresmikan Bantul Expo 2018.

Sambutan Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono dalam Opening Bantul Expo 2018

Industrialisasi dunia sangat identik dengan koneksi dan big data. Semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat memiliki harapan besar nantinya akan ada big data UMKM Bantul, sehingga pemerintah semakin mudah membina seluruh UMKM.

Drs. H. Suharsono, Bupati Bantul, mengajak semua komponen untuk terus menggali dan memanfaatkan potensi lokal. Adanya berbagai perubahan dalam hal gaya hidup, menjadi momen yang baik bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Sebab, potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi Bantul di era perkembangan industri yang semakin pesat ini.

“Kita patut bersyukur, Kabupaten Bantul dianugerahi alam yang mempesona dan SDM yang kreatif-inovatif, serta beragam rasa kulinernya, sehingga kita memiliki peluang untuk merebut pasar, sebagai peluang investasi yang bisa diusahakan oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat”, jelas Suharsono dalam sambutannya.

Dalam sesi sambutan oleh pemerintah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Drs. Tri Saktiyana, M.Si., mewakili Gubernur DIY, mengantongi beberapa pesan dari Gubernur terkait perkembangan UMKM Bantul. Istilah istimewa sudah lama melekat pada provinsi DIY, sehingga UMKM juga harus mampu menjadi sesuatu yang istimewa. Mengistimewakan bukan berarti memanjakan, tetapi bersama-sama meningkatkan daya kolaborasi UMKM, daya adaptasi terhadap perkembangan zaman, dan menjadikan UMKM yang handal dalam arti mampu bekerja dengan jujur dan adil.

Bantul Expo 2018 mengajak seluruh kecamatan di Bantul untuk mempromosikan produk UMKM-nya.

Bantul Expo ini hanya sebagian kecil dari upaya pembangunan. Poin pentingnya adalah bagaimana pelaku UMKM bisa menciptakan produk berkualitas, dengan meningkatkan inovasi, desain kemasan, dan branding, sehingga produk dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Khususnya yang bersumber dari kearifan lokal. Penting bagi masyarakat sendiri untuk memiliki kesadaran tentang kekayaan lokal yang dimiliki, supaya bisa lebih menghargai produk lokal.

Baca Juga:  Omzet UMKM Bisa Naik 5 Kali Lipat saat Asian Games 2018

Bantul Expo 2018 diselenggarakan pada tanggal 27 Juli – 6 Agustus 2018 di Pasar Seni Gabusan. Expo tahun ini mengangkat tema angkringan. Sebuah tempat makan tradisional yang juga sebagai saksi bisu percakapan santai orang-orang dari semua kalangan.