Hari terakhir Pasar Kangen Jogja (19/07) masih padat pengunjung

LIPUTAN UKM – Berkunjung ke Pasar Kangen Yogyakarta 2018, kita akan disuguhkan berbagai stand jajanan khas, aksesoris, pakaian, dan barang antik dari tempo dulu sampai yang kekinian. Sembari menikmati jajanan atau berbelanja barang favorit, kita bisa menyaksikan berbagai pertunjukkan seni yang digelar sejak siang hingga malam hari.

Pasar kangen sendiri untuk tahun ini digelar mulai tanggal 7-16 Juli 2018 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Tim liputanUKM berkesempatan mengunjungi event tahunan tersebut pada hari terakhir penyelenggaraan. Memasuki pintu utama Pasar Kangen 2018, kami langsung disambut oleh para pedagang makanan tradisional seperti Kipo, Tempe Benguk, dan Jamu Jowo.

Stand kuliner Pasar Kangen 2018 di dekat pintu utama Taman Budaya Yogyakarta

Lanjut lagi, kami menyusuri area TBY lebih jauh ke arah timur dari pintu utama, semakin ramai dengan jajanan tradisional seperti aneka Pepes, Songgo Buwono, Nasi Kebuli, Sagon, Es Gandhoel, Sate Semok, Pisang Sisir, Es Tebu, dan masih banyak lagi. Ada pun beberapa stand khusus jajanan lawas yang pastinya bakal bikin anda bernostalgia.

Salah satu penjaga stand kuliner Jogja, Pepes Sedap Mbah Gumuk, mengaku diundang langsung oleh panitia Pasar Kangen untuk berjualan. Salah satu alasannya karena makanan pepes sendiri dianggap jarang di pasaran. “Biasanya pepes ini ramai dibeli sama orang-orang yang pada mau sarapan,” tutur salah satu penjaga stand yang ditemui oleh tim Liputan UKM. Warung makan ini lokasi aslinya terletak di daerah Piyungan dan usahanya sudah berjalan selama dua tahun. Dirinya berharap keikutsertaannya dalam Pasar Kangen tahun ini bisa memberikan dampak positif bagi keberlangsungan brand dan usahanya.

Stand Pepes Mbah Gumuk di Pasar Kangen Jogja 2018

Setelah puas mencicipi aneka jajanan, tim Liputan UKM kemudian menjelajah lagi ke arah barat dari pintu utama. Terdapat stand-stand pakaian dan aksesoris produk lokal, serta berbagai lapak barang antik. Barang-barang antik yang dijual cukup beragam, ada uang kertas dan logam, majalah, kaset musik, serta piringan hitam plus gramofon-nya untuk merekam suara zaman dulu.  Intinya, menyusuri kawasan lapak barang antik di Pasar Kangen layaknya kita sedang berada dalam mesin waktu.

Serangakaian acara Pasar Kangen ini bisa anda kunjungi di tahun berikutnya. Kabarnya juga akan hadir di event Prambanan Jazz pada bulan Agustus mendatang. (kin/ liputanUKM)