Sejak diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya nasional Indonesia, batik semakin berkembang pesat di kalangan masyarakat kita. Bahkan pemerintah Indonesia secara khusus menetapkan hari batik nasional sebagai sebuah bentuk apreasi terhadap perkembangannya. Kondisi demikian seperti menjadi angin segar bagi para produsen batik tanah air. Karya-karya mereka kini diakui dunia bahkan tidak sedikit yang dijadikan icon/ brand image daerah.

Beberapa produsen atau pengusaha batik bahkan kini bukan hanya didominasi kalangan tua semata. Tidak sedikit anak muda yang mengembangkan dan mengexplore batik dengan berbagai variasi produk dan motif. Adalah Kristianto Ontany (Kris) dan Hans Prawatya Wijaya (Hans), dua orang anak muda yang memiliki kecintaan terhadap budaya batik kemudian mengembangkannya menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Krishan Batik diusung menjadi brand bagi keduanya, yang merupakan kombinasi dari nama mereka.

Awal Mula Krishan Batik Berdiri

Berdiri pada tanggal 21 Februari 2016, saat ini Krishan Batik terus menunjukkan perkembangan yang bagus. Bahkan dalam sebulan, Krishan mampu memproduksi hingga 200 pcs batik. Sebuah angka yang lumayan mengingat awal mula Kris dan Hans membangun Krishan dengan penuh perjuangan. “Penuh perjuangan karena kami berdua tidak memiliki basic jahit menjahit sama sekali, sehingga harus memutar otak dimana dan bagaimana mencari penjahit yang ahli di bidangnya,” jelas Kris.

Sejak awal mendirikan Krishan Batik, Kris dan Hans memang berniat untuk membantu dalam pengembangan home industry. Mereka ingin mengangkat penjahit-penjahit lokal, amatir, dan penjahit rumahan, bukan mencari penjahit yang sudah ternama dan memiliki pasar yang besar.

Jangkauan Pasar Hingga ke Malaysia

Dengan mengunggulkan kualitas bahan baku produksi, Krishan Batik mampu memasarkan produknya hingga ke Malaysia. Kualitas bahan dari Krishan Batik menggunakan kain terbaik yang dibeli dari pengrajin batik langsung sehingga motif yang dipasarkan tidak pasaran. Bahkan setiap motif yang ada di Krishan Batik tidak diproduksi secara massal sehingga tidak akan banyak orang yang menyamai.

Baca Juga:  Peluang Usaha Paling Populer dan Menguntungkan di Yogyakarta

Berbagai produk unggulannya seperti Kuro (baju batik yang dikombinasikan katun jepang tanpa kancing), Kata (baju Jepang yang dikombinasikan dengan batik Indonesia) serta Tonshi (batik pagi sore yang dikombinasikan dengan kain polos) dipasarkan melalui media sosial Facebook dan Instagram atau melalui event bazar yang ada di kota-kota besar.

Saat ini yang menjadi fokus Krishan Batik dalam mengembangkan usahanya yaitu pada komitmen untuk terus menekan cost produksi, sehingga baju batik yang dihasilkan bisa tetap sama dengan material terbaik dan harga yang kompetitif. Kris pun berharap Brand yang telah dibangun Krishan selama ini akan tetap membuat pelanggannya tetap loyal, bahkan bisa memperluas jangkauan penjualan hingga luar negeri. “Saya berharap Krishan akan tetap loyal di hati pelanggan, bahkan bisa memperluas jangkauan penjualan batik hingga luar negeri, serta mudah-mudahan Krishan secepatnya mempunya toko atau offline store,” tutup pria berusia 31 tahun ini.

tim liputanUKM