Dua dari sekian buket bunga flanel dari Cassa Flowers

LIPUTAN UKM – Memiliki teman yang berhasil meraih sebuah kesuksesan, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kita. Terlebih, jika kita menyaksikan sendiri secara langsung perjalanannya dari awal hingga akhir. Ada perasaan bangga bercampur haru menyaksikan keberhasilan tersebut. Tidak jarang, sebagai bentuk apresiasi kita sering memberikan hadiah maupun kado atas kesuksesan teman kita tersebut.

Berawal dari momen seperti itulah, Ratih Ika Saputri (23) bisa memulai dan mengembangkan bisnis yang diberi nama Cassa flowers. “Awal (memulai bisnis) ini ketika saya memberikan hadiah berupa buket bunga flanel ke teman yang baru selesai sidang skripsi, dari situ ternyata teman-teman yang lain juga tertarik dan minta dibuatkan,” terangnya kepada tim liputanUKM.

Kemampuannya dalam mengkreasi sebuah produk homemade diperolehnya secara otodidak. Sembari menjalani rutinitas perkuliahannya, Ratih memiliki hobi mengutak atik kreasi homemade. Dan dari hobinya tersebut pulalah, kini Ratih mampu mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang memiliki nilai jual di pasaran, khususnya kalangan mahasiswa.

Kemudahan dan Kesulitan Merintis Usaha

Ratih merintis usahanya hanya bermodalkan uang 100 ribu saja. Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan pembuatan buket bunga, seperti kain flanel sebagai bahan utama, kertas dan kartu ucapan sebagai bahan pelengkap. “Bahan-bahan tersebut saya dapatkan di beberapa toko yang ada di Jogja dengan mudah, dan harganya pun sangat terjangkau,” imbuh Ratih.

Namun, meskipun mendapatkan banyak kemudahan dalam memperoleh modal dan bahan baku produk, Ratih juga menemui berbagai kendala setelahnya. Permintaan konsumen yang ingin buketnya jadi dalam waktu cepat, terkadang membuat Ratih agak keteteran. Ratih juga mengalami kesulitan lain, manakala konsumen memesan buket dengan bahan tertentu.

Beruntungnya, konsumen Cassa Flowers selama ini bisa memberikan toleransi tambahan hari yang diminta Ratih. Untuk bahan, Ratih selalu mengusahakan bahan yang diminta konsumen. “Kalau untuk bahan kita gunakan yang menyerupai warna yang diminta,” jelasnya tentang bahan baku yang digunakan.

Custom Dan Harga Terjangkau Jadi Keunggulan

Ratih (23) owner Cassa Flowers

Hampir sembilan bulan sudah Ratih melakoni bisnis buket bunga ini, pelan-pelan konsumen semakin bertambah. Beberapa konsumen merasa puas dengan produk homemade Cassa Flowers yang rapi dan dirangkai dengan kreatif. Cassa Flowers sendiri bersaing juga dengan produk homemade lain. Oleh sebab itu, mereka juga selalu berusaha menaikkan keunggulan produk dengan memasang harga di bawah 150 ribu per buket, serta membebaskan konsumen untuk memesan warna sesuai keinginan. Berkat keunggulan ini, sebagian konsumen diantaranya kembali lagi untuk memesan buket di Cassa Flowers.

Selain buket bunga, Cassa flowers kini  juga membuat buket snack, yang kini sedang booming sebagai hadiah sidang skripsi dan wisuda. Sebuah diversifikasi produk sebagai antisipasi kejenuhan konsumen terhadap buket bunga.

Promosi Via Media Sosial

Layaknya pebisnis lain, Ratih juga tak tanggung-tanggung memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya. Beberapa media sosial yang biasa digunakan Ratih diantaranya ada instagram, facebook, dan WhatsApp. Sejauh ini, media sosial dirasa masih cukup untuk mempromosikan dan memasarkan produk.

Saat ini Cassa Flowers lebih banyak fokus di kegiatan produksi dan pemasaran. Perempuan lulusan Pendidikan Matematika UAD ini menjelaskan bahwa, kemampuan berinovasi dan bekerja tanpa mengeluh merupakan prinsip yang harus dipegang bagi pelaku usaha. (kin/ liputanUKM)