Para pekerja industri kreatif yang terus berkarya

LIPUTAN UKM – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta pastinya tak akan melewatkan acara festival ini. Nuansa festival, keunikan karya dan atraksi seni yang dihadirkan membuat masyarakat selalu penasaran. Setiap tahun, tema Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) selalu bermain frasa. Tahun ini, FKY diselenggarakan di Planet Pyramid, Bangunharjo, Bantul, mulai dari tanggal 23 Juli-9 Agustus 2018, dan mengangkat tema Mesemeleh.

Mesem=senyum, semeleh=ikhlas, artinya FKY tidak tunduk pada perkembangan teknologi. Tetapi bagaimana lewat seni, anak muda mampu menyikapi perkembangan tersebut dengan bijak. Meskipun tema berganti setiap tahunnya, FKY tak pernah pergi dari visinya sendiri yaitu, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan. Dari visi tersebut, tentunya sudah jelas bahwa kalangan muda yang menjadi sasaran. FKY senantiasa berbicara tentang dunia kesenian hari ini yang ada di Jogja.

Untuk yang ke-30 kalinya FKY menjadi sebuah etalase bagi para seniman dan UMKM kreatif untuk memamerkan karyanya. “Kami di sini berusaha mengakomodir kesejahteraan para seniman melalui festival usaha kreatif”, jelas Setyo Harwanto, Direktur Bagian Umum FKY 30 yang diwawancarai oleh tim LiputanUKM. UMKM kreatif yang berhasil menduduki stand FKY, rata-rata adalah pemula, atau istilahnya saat ini adalah startup.

Menjadi bagian dari pameran produk kreatif pun tak mudah. FKY hanya menyediakan 100 stand untuk UMKM kreatif. Setelah melalui proses kurasi, akhirnya terpilih 95 UMKM kreatif dan 5 UMKM daerah yang didelegasikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota. Setiap tahunnya, FKY berusaha memperbarui UMKM kreatif yang menempati stand. Jika tahun lalu beberapa UMKM tersebut lolos seleksi, belum tentu tahun ini bisa lolos.

Tak hanya berhenti di situ, FKY juga menyediakan panggung workshop yang bisa dimanfaatkan oleh para UMKM tersebut mempromosikan produknya. “Hal ini bermanfaat buat para pengunjung, biar mereka bisa paham product knowledge dari usaha kreatif”, ujar Setyo menjelaskan manfaatnya lebih detail. Tidak hanya itu, cara ini memperkuat keyakinan pengunjung untuk membeli, dan pengunjung semakin aware terhadap harga produk yang ditawarkan.

Baca Juga:  Pemilihan Tenant Industri Kreatif, FKY 30 Punya Standar Berbeda
Panggung workshop yang disediakan oleh FKY 30 untuk pelaku UMKM kreatif

Dalam salah satu momen jual beli produk kreatif di FKY, terlihat sebagian pengunjung yang masih belum bisa menerima produk dengan harga yang relatif mahal. Melalui sebuah cerita unik pelaku UMKM kreatif, tentang bagaimana rumit dan liarnya ide-ide mereka dalam menciptakan produk. Akhirnya pembeli mulai paham dan menghargai kreativitas para pelaku industri kreatif. Ini tidak hanya tentang usaha memperoleh keuntungan, tetapi bagaimana masyarakat bisa mengapresiasi sebuah karya seni. Sebab, setiap pekerja kreatif memiliki style dan cara berpikir kreatifnya sendiri.

Dinas Perindustrian DIY pernah mengunjungi FKY, mereka mengapresiasi adanya festival yang didominasi oleh industri kreatif. Kemudian tercetus ide untuk membuat katalog UMKM kreatif yang mengisi stand FKY. Dengan publikasi tersebut potensi UMKM kreatif di Yogyakarta mulai dikenal masyarakat luas. Sebelumnya, Setyo sempat berpendapat bahwa UMKM kreatif yang memiliki unique value seperti di FKY ini belum banyak dikenal dan sering luput dari penglihatan pemerintah. FKY juga menyayangkan belum adanya data lengkap UMKM di Yogya.

Salah satu tenant dari industri kreatif di FKY

Tujuan FKY tidak hanya mengharapkan para pelaku UMKM kreatif mendapatkan omset besar, tetapi juga bagaimana setelah festival ini mereka bisa mendapatkan pasarnya sendiri, artinya mereka benar-benar menemukan konsumen yang memang menggemari produk mereka dan relasi jual beli bisa terus terjalin. Besar cita-cita FKY 30 untuk bisa memberikan dampak besar bagi perekonomian UMKM kreatif jangka panjang.

Target FKY kali ini, bisa mendatangkan pengunjung sampai 9000 per hari, yang 2-5% nya berdaya beli bagus.