Ir. Teguh Budiyanta menyampaikan materi dasar pembentukan koperasi untuk komunitas anggrek

LIPUTAN UKM – UMKM Indonesia masih eksis sebagai tulang punggung perekonomian negara. Namun, masalah klasik seperti modal usaha masih jadi tantangan besar bagi para para pelakunya. Demikian yang dialami UMKM yang bergerak dalam bidang pembudidaya anggrek di Sleman. Salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kendala permodalan tersebut adalah membentuk koperasi khusus. Sebagai langkah awal, para pembudidaya anggrek meminta Dinas Koperasi dan UKM Sleman mengadakan Sosialisasi Pembentukan Koperasi Untuk Komunitas Anggrek (02/08).

Sosialisasi ini diinisiasi oleh Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) dan merupakan salah satu rangkaian acara Festival Vanda Tricolor 2018. Pemateri sosialisasi disampaikan langsung oleh pihak Dinas Koperasi dan UKM Kab. Sleman yang menghadirkan Sukarjo bagian Kelembagaan Dinas Koperasi sebagai moderator, serta Ir. Teguh Budiyanta, Kepala Bidang Koperasi sebagai pembicara. Mereka berkonsentrasi untuk pembinaan legalitas, fasilitasi, penguatan modal, dan manajemen. Acara ini diselenggarakan di Taman Anggrek Titi Orchids, Tebanan, Pakem, Sleman.

Komunitas pecinta anggrek yang hadir dalam Sosialisasi Pembentukan Koperasi

Dalam sesi pemberian materi, Teguh menyampaikan beberapa hal penting seperti definisi koperasi, prinsip koperasi, cara pembentukan, struktur, dan sistem berjalannya koperasi, serta penjelasan lebih detail mengenai aturan modal dan bagi hasil anggota. Menurut Dinas Koperasi dan UKM, para pembudidaya anggrek sudah selayaknya mendapatkan modal dari koperasi, demi meningkatkan produksi dan kelancaran pengembangbiakkan tanaman.

Sejauh ini, para pembudidaya anggrek yang sudah hadir memiliki beberapa kendala dalam usaha pembentukkan koperasi tersebut. Sebagian diantaranya masih ragu dengan aturan main modal, cara pembagian hasil yang adil, dan kepengurusan legalitas koperasi. Ada pun yang paling banyak diperbincangkan yaitu, soal skala keanggotaan koperasi. Sebab, pengurus yang ditunjuk rencananya akan menggandeng anggota PAI, yang mana seluruh anggotanya berasal dari berbagai daerah.

Baca Juga:  Jokowi Pastikan PPh Final UKM akan Turun Jadi 0,5%

“Jika koperasi yang didirikan hanya terdiri dari warga Sleman saja, berarti yang bisa menjadi anggota hanya orang Sleman. Sedangkan orang luar Sleman tetap bisa menjadi anggota luar biasa, karena  tidak memenuhi syarat menjadi anggota,” ujar Teguh menjelaskan.

Lebih detail lagi Teguh juga menyampaikan bahwa, hak anggota luar biasa hampir sama dengan anggota biasa, tetapi tidak memiliki hak suara dan hak menjadi pengurus/pengawas. Demikian juga jika skalanya lebih luas, misal ke tingkat provinsi atau nasional.

Pihak Dinas Koperasi dan UKM menyerahkan sepenuhnya kepada PAI dan pembudidaya anggrek lain mengenai skala keanggotaan. Sementara itu, dari pemerintah sendiri bersedia memfasilitasi kebutuhan pembentukan koperasi tersebut, tentunya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh Dinas Koperasi dan UKM Sleman.

“Kalau pada akhirnya memutuskan untuk membentuk koperasi skala nasional. Dari kami juga akan memfasilitasi,”jelas Sukarjo dalam sesi tanya jawab.  Sejauh ini, sudah ada kurang lebih 515 koperasi di Sleman yang mendapatkan fasilitas dari Dinas Koperasi dan UKM.

Para pembudidaya anggrek yang mempromosikan anggreknya di Festival Anggrek Vanda Tricolor 2018

Para pembudidaya anggrek berharap, dengan adanya sosialisasi pembentukan koperasi ini, mereka bisa mendapatkan ilmu lebih mengenai dasar pembentukan koperasi. Cita-cita kedepannya, dengan adanya koperasi ini, modal yang diperoleh pembudidaya anggrek bisa digunakan untuk menekan harga anggrek di pasaran supaya tidak terlalu mahal. Dengan ini semoga semakin banyak orang yang mau melestarikan anggrek dan keindahan anggrek bisa dinikmati oleh masyarakat luas. (kin/ liputanukm)