Menekuni bisnis di bidang fashion menjadi primadona bagi kalangan muda di Yogyakarta. Sebagai kota pelajar dan pendidikan, usaha di bidang fashion khususnya yang bertarget pasar kalangan muda memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Alasan demikian dikemukakan oleh Mufid ketika pertama kali merintis Unpossed di tahun 2005. Ditemui tim liputanUKM di kantornya, suami dari Fetty tersebut membuka cerita di balik suksesnya brand Unpossed Anyway di Yogyakarta.

“Awal mula mengembangkan usaha masih menggunakan brand Unpossed, dan saat itu produknya baru tas, khususnya tas cewek,” terang Mufid memulai obrolan siang itu. Model yang berbeda dari yang ada di pasaran, jahitan dan bahan baku yang berkualitas membuat Unpossed mudah diterima di kalangan anak muda Jogja. Terlebih saat itu iklim kompetisi belum seramai seperti saat ini, sehingga Unpossed menjadi salah satu jujukan belanja yang recomended.

“Perkembangan Unpossed Alhamdulillah cukup positif, meskipun saat itu kita juga sempat tutup karena berubah fokus ke clothing (produksi), barulah di tahun 2009 kita kembali ke distro (distribution store) bahkan punya toko sendiri,” jelas Mufid. Diakui oleh Mufid jika pada medio 2005-2009 orang kadang bertanya tokonya dimana. Setelah tahu ada toko (store) baru orang-orang akan lebih percaya. Dari situlah kemudian Mufid memutuskan untuk memiliki sebuah store sebagai pusat penjualan produknya.

Setelah punya store, Mufid berfikir untuk melakukan inovasi dengan merilis produk-produk baru seperti kemeja, jaket, dan kaos. Alasan dirinya melakukan inovasi karena kompetitor mulai bermunculan dengan mengusung one stop shopping, artinya dalam satu toko dijual beragam produk untuk kepala sampai kaki. Konsep tersebut juga diadopsi oleh Mufid dengan memproduksi aneka produk seperti topi, kemeja, kaos, tas, denim, sendal, bahkan sepatu.

Baca Juga:  Bisnis Rumahan Tanpa Modal - Manfaatkan Internet

Beragam jenis produk tersebut selain dipasarkan di store sendiri juga dititipkan (konsinyasi) ke distro rekanan. “Zaman dulu kita memasarkannya juga menggunakan sistem titip ke distro rekanan yang ada di berbagai kota seperti Jakarta dan Malang, belum seperti saat ini yang semuanya bisa menjadi mudah dengan sistem online,” ujar Mufid.

Berkembang Menjadi Unpossed Anyway

Setelah memutuskan kembali fokus ke distro, Mufid mulai melakukan strategi dengan memecah produknya menjadi khusus cewek dan cowok. “Kita bikin strategi baru dengan mengklasifikasikan menjadi produk cewek dan cowok, untuk cowok kita tetap pakai brand Unpossed, sementara untuk cewek kita menggunakan brand Anyway,” jelasnya.

Namun dalam perkembangannya, strategi tersebut dinilai kurang berhasil karena tidak sedikit cowok yang mencari produk Anyaway, begitupun sebaliknya banyak juga cewek yang suka dengan produk Unpossed. Alhasil setelah dilakukan evaluasi, kedua brand (Unpossed Anyway) tersebut kembali mengusung konsep unisex, jadi bisa dipakai untuk cewek maupun cowok.

Dengan kedua brand (Unpossed Anyway) tersebut Mufid membidik target pasar yang universal, artinya tidak spesifik untuk kalangan dan umur tertentu. “Kalau dulu memang kita arahnya untuk kalangan anak SMA sampai kuliah, tetapi dengan konsep pop yang kita usung saat ini, bisa jadi usia 40 tahun masih bisa menggunakan produk kita,” lanjutnya. Benar saja, dengan desain yang simple berkonsep typografi, produk Unpossed Anyaway bisa dikonsumsi oleh khalayak umum dan gender.

Beralih Ke Pemasaran Online

Perkembangan trend yang kini beralih ke ranah digital (online) membuat iklim kompetisi di bidang clothing & distro semakin ketat. “Perkembangan dunia clothing & distro khususnya di era digital saat ini sudah berubah, orang yang punya clothing belum tentu punya distro, begitupun orang yang punya distro belum tentu juga ada clothingnya, namun kami (unpossed anyway) clothing-distro, karena kita punya produksi dan punya toko,” imbuh Mufid.

Baca Juga:  Tips & Trik Foto Produk UKM Dengan Kamera Ponsel

Dengan makin maraknya pemasaran online, orang bisa memasarkan produk tanpa harus memproduksi sendiri dan punya toko. Kondisi demikian memaksa Mufid untuk mengikuti arus dengan menggencarkan pemasaran via online, yakni membangun web store dan aktif di sosial media (Fb dan Ig). “Di tahun 2015 kami mulai memasarkan Unpossed Anyway ke ranah online via website, dari situ kami mulai memaksimalkan dan fokus di online, meskipun untuk toko/ store kita tetap ada,” terangnya.

tim liputanUKM