Memiliki hunian dengan dekorasi tanaman yang cantik tentu didambakan oleh semua orang. Selain cantik dan menarik, membuat dekorasi tanaman di sekeliling rumah membuatnya terlihat lebih sehat dan hidup. Menyusun dekorasi tanaman seperti yang diidamkan oleh semua orang diperlukan ilmu dan kejelian dalam penempatanya alias tidak asal. Hingga diperoleh sebuah konsep taman maupun sudut ruang yang pas dengan komposisi tanaman yang digunakan.

Ilmu tersebut yang selama ini dipraktekkan oleh Eveline (41), wanita asal Denpasar tersebut memiliki hobi membuat dekorasi dengan komponen kaktus. Selain hobi, Eveline juga mengembangkannya menjadi sebuah bisnis dengan naman House Of Succulent. Penasaran seperti apa konsep dari bisnis tersebut, tim liputanUKM sedikit mengulik tentang apa yang ditawarkan oleh House Of Succulent.

Dari namanya saja kita tahu bahwa yang dikembangkan oleh Eveline merupakan tanaman kering. Berdasarkan referensi, succulent memiliki pengertian sebagai sebuah tanaman yang sudah beradaptasi dengan lingkungan yang kering. Adaptasi yang dilakukan dengan menyimpan persediaan air di daun, batang, maupun akarnya. Karakteristik tanaman tersebut ada dalam kaktus, sehingga kaktus merupakan jenis succulent, namun tidak semua succulent adalah kaktus.

Di House Of Succulent sendiri Evelint mengembangkan kaktus dengan berbagai bentuk yang unik dan lucu. Keunikan itulah yang kemudian membuat banyak pihak tertarik hingga mendatangkan peluang bisnis yang menjanjikan. Dasar itulah yang membuat Eveline mantap menjadikan hobinya tersebut menjadi sebuah bisnis.

Apa yang kemudian ditawarkan oleh House Of Succulent? Menurut Eveline, usahanya tersebut menyediakan aneka succulent dengan media pot kecil dan terrarium.  “Menanam succulent di pot kecil yang menarik atau dibuat terrarium sehingga bisa ditaruh di meja kerja atau hiasan coffee table untuk mempercantik rumah,” terangnya kepada tim liputanUKM.

Baca Juga:  Cerita Di Balik Suksesnya Unpossed Anyway

Harga yang ditawarkan di House Of Succulent cukup beragam. Untuk single plant, harga diberikan mulai dari Rp.25.000,00 s.d. Rp.85.000,00, tergantung pot yang dipilih. Sementara untuk terrarium dijual dengan harga Rp.100.000,00 s.d. Rp.450.000,00 tergantung detail dan settingan. “Layanan after selling menjadi salah satu keunggulan yang kami miliki, dengan membeli produk di kami, konsumen bebas bertanya soal perawatan produk yang mereka beli,” imbuh Eveline.

Strategi tersebut ternyata berhasil menarik perhatian konsumen. Terbukti saat ini House Of Succulent memiliki kapasitas produksi hingga 100 pcs setiap bulannya. Tertarik untuk membeli tumbuhan kaktus House Of Succulent? kita bisa tengok dulu di media sosialnya, seperti di instagram, facebook, pinterest.  Adapun workshop khusus yang bisa anda ikuti, rutin diadakan 4-5 kali dalam setahun. Yuk, buat hunianmu tidak hanya bersih, tetapi juga menarik dipandang.

tim liputanUKM