Cr: Bebe Benang

Kehidupan pasca kuliah memang sudah selayaknya kita pikirkan persiapannya. Kegelisahan ini sering dialami mahasiswa tingkat akhir. Namun, hal itu mampu ditepis oleh perempuan yang satu ini. Anisah Zuhriyati (23 tahun) menyadari bahwa waktu itu ia sudah tidak bisa lagi bergantung pada orang tuanya. Sudah saatnya Anisah mandiri secara finansial. Tak hilang akal, Anisah kemudian membangun sebuah usaha di bidang bahan baku rajut yakni, benang kaos berbahan katun dan polyester.

Memberdayakan Masyarakat Setempat

Tantangan saat memulai usaha Bebe Benang adalah cara produksi dan pencarian SDM-nya. Kebetulan benang kain dipotong secara manual, sehingga Anisah membutuhkan SDM yang teliti dan ulet dalam mengerjakan pemotongan ini. Ia kemudian memanfaatkan lingkungan sekitarnya, memberdayakan masyarakat setempat, terutama anak-anak lulusan SMK yang masih memiliki waktu luang sembari mencari pekerjaan tetap. Anisah menerapkan sistem waktu kerja freelance bagi tenaga kerjanya, mengingat para freelancer tersebut tak bisa bekerja untuk Bebe Benang seterusnya. Jadi, dalam menghadapi tantangan ini, Anisah harus senantiasa siap dengan pergantian tenaga kerja dari waktu ke waktu.

Lebih menantang lagi, tidak semua orang bisa menggunakan mesin pemotong benang kaos ini, sehingga Anisah perlu bekerja keras lagi melatih SDM-nya untuk bisa menggunakan mesin tersebut. Artinya, tenaga yang dibutuhkan harus memiliki keahlian khusus. Dari beberapa SDM yang sudah ada belum ada yang terampil menggunakan mesin potong tersebut, sehingga Anisah harus mencari lagi tenaga lain. Namun, pada akhirnya ia bisa menemukan meskipun memakan waktu yang lama.

Alat Produksi Memudahkan Pekerjaan SDM

Meskipun sudah dibantu dengan SDM, produksi benang kaos ini ternyata juga membutuhkan bantuan dari mesin pemotong. Anisah memutuskan membeli mesin potong dengan modal yang tidak sedikit. Walaupun demikian, keberadaan mesin potong ini bisa ia jadikan sebagai investasi. “Aku juga sempat ragu mau beli mesin potong ini, karena nggak tahu kedepannya usahaku bakal sustain atau nggak. Tapi, akhirnya aku memantapkan diri untuk beli, sekalian buat investasi”, jelas Anisah.

Baca Juga:  Dapur Mamimu Tawarkan Catering Wisata di Jogja

Proses Produksi Tidak Rumit

Setelah menghadapi banyak sekali tantangan, Anisah kemudian mendapatkan kemudahan dalam proses produksinya yang tidak rumit. Benang kaos cukup dipotong saja mengikuti cara khusus yang bisa kita cari dari internet seperti You Tube. Setelah dipotong, benang kaos kemudian digulung dengan menggunakan alat khusus. Ada pun kemudahan lain yaitu, bahan baku produksinya yang tidak sulit dicari, karena toko kain cukup banyak tersebar di Yogyakarta.

Menciptakan Pasif Income

Perjalanan usaha Anisah mengembangkan Bebe Benang ini terbilang cukup unik. Biasanya pelaku usaha lain yang baru merintis biasanya tidak mau keluar modal banyak untuk merekrut tenaga. Namun, berbeda dengan Anisah, ia berani merekrut tenaga dalam kondisi usahanya yang masih seumur jagung.

“Visi awal, bagaimana caranya aku menjadi relawan pengajar, tetapi masih bisa tetap hidup”, pungkas Anisah. Intinya dengan keberadaan tenaga kerja yang membantunya, waktu bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Selain itu, ide merekrut tenaga kerja ini juga terinspirasi dari pelatihan internet marketing yang pernah diikutinya. Kita sebagai pelaku usaha harus mempunyai visi. Bisnis dengan internet marketing pada dasarnya mengarahkan kita untuk menciptakan pasif income, sehingga jangan sampai pelaku usaha kerepotan sendiri dalam melakoni bisnis. Meskipun bisnis tersebut hanya sampingan.

Setelah membayar tenaga untuk diajak bekerja sama, Anisah jadi lebih semangat untuk memproduksi benang lebih banyak dan lebih mudah bagi dia untuk membagi job desc. Kedepannya Bebe Benang harus bisa bertahan dan berkembang. Artinya hasil yang diharapkan harus bisa lebih besar dibanding modal yang sudah dikeluarkan. Kini Bebe Benang sudah menghasilkan 250-350 gulung dalam satu bulan. Sedikit saran dari Anisah soal perekrutan tenaga kerja. Kita sebagai pelaku usaha juga harus efisien dalam membuat sistem kerja dan upah. Salah satu caranya dengan memberi upah berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  LPEI Dorong UMKM Berorientasi Ekspor untuk Tembus Pasar Global

Variasi Warna dan Sistem PO Jadi Unggulan

Sama dengan UKM lainnya, Bebe Benang juga memiliki banyak pesaing. Meskipun begitu, hal ini tidak menjadi kesulitan yang berarti dalam mengembangkan usaha. Sebab, setiap pelaku UKM yang bergerak di bidang penjualan benang kaos menawarkan keunggulan yang berbeda. Bebe Benang sendiri lebih menonjolkan variasi warna, sistem PO yang memudahkan pelanggan mendapat warna benang yang konsisten, bahan berkualitas (tidak berbulu, tidak bau, lebih lentur).

Percaya diri dan pintar mengelola uang adalah kunci bagi Anisah sukses memulai bisnis Bebe Benang. Modal untuk bisnis tidak harus besar, kita bisa memulainya dengan menyisihkan sedikit dari pendapatan kita. Kemudian, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain. Mungkin sebuah bisnis yang ideal adalah ia yang bisa langsung berkembang besar. Namun, sejatinya yang mampu mengukur kemampuan dan kebutuhan kita adalah diri sendiri.