Menekuni pekerjaan sambilan dewasa ini cukup digemari kalangan anak muda di berbagai kota di Indonesa. Motivasinya pun beragam, ada yang ingin menambah penghasilan, memanfaatkan waktu luang, atau mengembangkan diri. Malah terkadang ide bisnis sambilan ini muncul karena keisengan sendiri, justru orang lainlah yang tertarik dengan karyanya.

Pengalaman ini dialami langsung oleh Quina Atriani Vesiano yang hobi menggambar sejak duduk di bangku sekolah. Berawal dari ketekunannya membuat berbagai macam ilustrasi dengan alat-alat konvensional seperti pensil warna dan cat air. Beberapa temannya kemudian tertarik dan meminta Quina untuk membuat beberapa karya pesanan. Dari sinilah, perempuan berusia 23 tahun ini mulai berinisiatif untuk serius mengembangkan bisnis sambilan tersebut pada tahun 2016 lalu.

Kurang Percaya Diri Menjadi Kendala

Membuat ilustrasi memang sudah menjadi hobi Quina sejak lama. Namun, saat sudah membawa hobi ini ke ranah bisnis, ia kadang masih kurang percaya diri dengan hasil karyanya. Hal ini diakuinya sebagai salah satu kesulitannya dalam mengembangkan bisnis.

Quina Atriani Vesiano – Owner With Love Corner

“Pertama kesulitan dari pribadi yang kadang ngerasa bahwa produk yang dihasilkan kurang bagus dan memuaskan jadi kaya nggak begitu percaya diri gitu, terus kedua dari sisi bahan bahan yang digunakan kadang mengalami out of stock gitu”, jelasnya saat diwawancarai Liputan UKM beberapa waktu lalu.

Tetapi, kesulitan tersebut bisa dengan mudah diatasi. Quina tak jarang meminta pendapat temannya tentang hasil karya yang dibuat. Selain itu, ia juga banyak belajar dari para illustrator berpengalaman.

Handmade Menjadi Keunggulan Produk

Bisnis sambilan membuat ilustrasi ini memang sedang menjamur beberapa tahun belakangan. Ilustrasi yang dijual hadir dengan berbagai macam kreasi. Kali ini With Love Corner menghadirkan ilustrasi dengan handmade. Alat dan bahan yang biasa digunakan ada kertas khusus watercolor, cat air, kuas, gunting, penggaris, dan benang.

Baca Juga:  Menerapkan Pola Hidup Sehat Dengan Virgin Coconut Oil (VCO)

Dengan kekuatan handmade-nya itu, hasil karya yang dibuat pun terlihat berbeda dari ilustrasi lain dan bisa lebih tahan lama. Ilustrasi dan bookmark adalah dua jenis produk yang sejauh ini sudah dikembangkan oleh bisnis sambilan With Love Corner. Banyaknya pesanan masih terbilang relatif. Apabila sedang ramai, With Love Corner bisa memproduksi sekitar 15-20 karya setiap bulannya.

Telaten Memanfaatkan Instagram Untuk Pemasaran

Mulai ramainya pemesan ini tak terlepas dari ketelatenan Quina sendiri dalam memanfaatkan media sosial instagram untuk memasarkan produknya. Selain itu, ia juga masih mengandalkan kekuatan relasi, terutama promosi produk dari mulut ke mulut. Semakin ke sini, jumlah pemesan ilustrasi With Love Corner semakin menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Selain di sekitar Yogyakarta, pemesan ilustrasi beberapa diantaranya datang dari Jakarta, Jawa Timur, dan Balikpapan. Kini With Love Corner ingin lebih melebarkan sayapnya lagi, dengan fokus di bagian produksinya.

Rahasia Sukses Datang Dari Mana Saja

Membangun usaha tidak hanya membutuhkan modal uang saja. Bagi Quina, tekad yang kuat dan kecintaan terhadap setiap karya yang dibuat juga menjadi kunci utama membangun bisnis sambilan. Rahasia sukses lain yang tidak kalah penting adalah membuka hati untuk berbagai masukan dari orang lain.

Quina berharap bisa selalu konsisten dengan bisnis sambilannya ini, meskipun sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai guru TK. Pekerjaan tetap kini tidak lagi menjadi halangan bagi siapa saja yang ingin belajar banyak hal di luar pekerjaannya. (Kin/ liputanUKM)