Produk undangan pernikahan donttalk

Momen pernikahan menjadi salah satu fase kehidupan yang dijalani setiap insan manusia. Sebagai momen yang dilangsungkan sekali seumur hidup, banyak orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mempersiapkan segala sesuatunya supaya terlihat sempurna. Termasuk dalam hal undangan, gambaran seperti apa prosesi pernikahan berlangsung biasanya tergambar dalam konsep undangan yang dikirimkan.

Kondisi demikian dimanfaatkan orang-orang kreatif sebagai sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Menjanjikan karena bisnis yang mengambil konsep momentum pernikahan akan selalu ada alias tidak akan pernah mati. Salah seorang kreatif yang mengambil segmen undangan pernikahan sebagai core bisnis utamanya adalah Sahid Hidayat. Pria yang kini tinggal di Banjarnegara tersebut memanfaatkan kemampuan sklill desain grafisnya untuk menekuni bisnis undangan dan souvenir pernikahan.

Tinggal di Banjarnegara menjadi salah satu keuntungan tersendiri bagi Sahid. Karena di wilayah yang dikenal sebagai kota pensiunan tersebut belum banyak pihak yang mengambil segmentasi bisnis tersebut. Hal tersebut diakuinya memberikan peluang lebih besar usahanya cepat berkembang. Dengan mengusung Donttalk sebagai brand usahanya, Sahid memulai mengembangkan usaha tersebut pada tahun 2012.

Strategi Pemasaran Via Media Sosial

Salah satu produk kreasi donttalk

Berbekal modal 2 juta untuk membeli perangkat komputer, Sahid mulai meniti Donttalk dengan pengetahuan produksi yang masih minim. “Kesulitan di awal selain karena saya masih minim skill produksi (tentang undangan) juga sistem pemasaranya,” terang Sahid kepada tim liputanUKM. Media sosial serta kepercayaan konsumen yang kemudian disasar Sahid untuk mempromosikan usahanya. Media sosial pun hanya untuk teman-teman terdekatnya saja, belum untuk jangkauan pasar yang luas seperti halnya saat ini.

Strategi lain yang dilakukan Sahid untuk memperkenalkan usahanya adalah dengan menempelkan nama produk di belakang undangan dan memberikan bonus special kepada konsumen. Sementara untuk menumbuhkan kepercayaan pada konsumen, Sahid membuat beberapa sampel untuk diperlihatkan ke konsumen. Alhasil jumlah konsumen Donttalk makin meningkat sampai ke beberapa kota di luar Banjarnegara.

Baca Juga:  Jajanan Khas Taiwan Mampu Memikat Anak Muda di Semarang

Perkembangan Usaha Donttalk

Owner Donttalk Undangan dan Souvenir Pernikahan

Sejauh ini produk yang dibuat hanya undangan dan souvenir. Sahid cukup menerima pesanan dan membuat desain undangan dan souvenirnya. Sementara untuk memproduksinya, Donttalk bekerjasama dengan pihak lain untuk melakukan percetakan undangan dan souvenir yang sudah dipesan. Jumlah undangan dan souvenir yang diproduksi sudah mencapai 300-1500 pcs per bulan.  Harga per pcs nya juga lumayan terjangkau, untuk souvenir mulai harga Rp.1.500,00 sedangkan undangan mulai harga Rp.1.800,00 s.d. Rp.10.000,00/ pcs, tergantung jumlah dan model yang digunakan.

Saat ini, konsumen yang menggunakan jasa Donttalk berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Jakarta, dan Medan. Hal ini tidak terlepas dari strategi pemasaran yang digunakan. Sahid mengandalkan strategi pemasaran online demi mendapatkan banyak konsumen, diantaranya melalui instagram, facebook, whatsapp, dan bbm. Kebetulan Donttalk sendiri belum memiliki kios. Fokus bisnis yang sedang ditekankan Donttalk saat ini adalah pemasaran, dengan harapan konsumen Donttalk semakin ramai dan tentunya bisa membangun kios sendiri.

tim liputanUKM