Youtube di awal tahun 2018 ini mengeluarkan peraturan/ kebijakan yang menohok para youtubers khususnya di Indonesia. Sebagai salah satu media sosial yang populer di negeri ini, kebijakan youtube tersebut dinilai akan mematikan para youtubers yang selama ini menghasilkan uang dari Adsense. Kenapa bisa begitu? berikut penjelasan tentang aturan terbaru monetisasi youtube yang diolah liputanUKM dari berbagai macam sumber.

Peraturan 2017 dibandingkan dengan 2018

Monetisasi youtube bukanlah hal baru yang dilakukan para youtubers di dunia, terutama di Indonesia. Bagi yang belum tau apa itu monetisasi youtube, jadi itu merupakan salah satu cara menghasilkan uang dari video yang diunggah di channel youtube kita, dengan cara menayangkan iklan berdasarkan peraturan dari youtube. Sudah paham kan?

Pada tahun 2017, syarat untuk kita bisa memonetisasi youtube adalah dengan 10.000 penayangan. Bagi channel yang sudah lama dan memiliki subscriber banyak, hal tersebut bukanlah perkara sulit. Terbukti tahun 2017 kemaren trend membuat konten video atau biasa dikenal dengan vlog marak dibuat oleh berbagai kalangan. Selain untuk eksistensi, jelas alasan orang membuat vlog yang kemudian di upload di youtube salah satunya adalah mendapatkan uang. Meskipun tidak seluruhnya memang, karena banyak juga vlogger yang membuat konten di youtube murni untuk sharing dan edukasi.

Bagaimana dengan 2018? Nah di awal tahun ini, Youtube secara resmi mengeluarkan aturan terbaru tentang monetisasi. Jika sebelumnya youtubers hanya diberlakukan syarat 10.000 penayangan, maka pada tanggal 9 Januari 2018, CEO Youtube Susan Wojcicki menjelaskan tentang peraturan baru monetisasi. Agar bisa memenuhi program monetisasi, saluran saluran sekarang harus memiliki 1.000 pelanggan dan telah mengumpulkan setidaknya 4.000 jam waktu tontonan dalam 12 bulan terakhir.

Baca Juga:  Pemerintah Akan Pajaki UKM yang Jualan Via Online

Selesai? belum, kalaupun kita sudah memenuhi syarat tersebut, youtube masih melakukan verifikasi lanjutan dengan cara meninjau secara manual satu per satu konten video yang ada di channel. Semua konten video harus asli, karena pada aturan yang lama banyak pihak-pihak yang hanya reupload konten tetapi bisa memiliki viewer yang sangat besar. Itu menjadi salah satu alasan juga kenapa youtube merubah aturan monetisasi.

Nah, baru setelah melewati tahapan itu atau disebut memenuhi ambang batas program aplikasi monetisasi tersebut akan disetujui untuk dinonaktifkan atau diterima.

Alasan Perubahan Aturan Monetisasi

Banyak analisa menarik terkait alasan utama youtube merubah aturan monetisasi pada awal tahun ini. Salah satu yang sudah disampaikan di atas yakni untuk menghindari konten-konten yang hanya reupload milik orang lain. Selain itu seperti rilis resmi dari Susan Wojcicki yang dilansir streamingyoutube.com bahwasanya mereka selama ini memiliki masalah video kekerasan yang ditargetkan pada anak-anak yang membuatnya masuk ke situs video YouTube. YouTube menghapus ratusan akun, menghapus lebih dari 150.000 video dari platform dan menonaktifkan komentar pada lebih dari 625.000 video yang ditargetkan oleh predator anak yang diduga.

Analisa yang lain dari streamingyoutube.com bahwa youtube tidak ingin bangkrut untuk membayar pembuat video yang semakin marak. Karena di era digital seperti saat ini orang bisa dengan mudahnya membuat dan memproduksi konten video. Di Indonesia sendiri jutaan orang kini memiliki akun Youtube, dan tergiur dengan gaji karungaan kerja sarungan, sambil dolan dapat dolar, bahkan ada yang memelihara tuyul online yang siap mengeruk milyaran dolar.

Tanggapan Youtubers Indonesia

Eno Bening salah satu youtubers populer Indonesia sempat membahas detail tentang perubahan monetisai youtube tersebut di salah satu konten videonya. “Jadi ini pesan untuk kreator kecil dan baru, jangan pernah berharap dari duit adsense, adsense itu tidak akan membuat kamu jadi kaya kaya Raja Salman, kamu mestinya cari duit di youtube itu jangan dari adsense doang, tapi juga dari sponsorship dan dari pekerjaan/ keahliannmu yang kamu pamerkan di youtube,” jelas Eno dengan gaya khasnya.

Baca Juga:  Melanggengkan Warisan Batik Tulis Giriloyo

Sementara Deddy Corbuzier juga berceloteh dalam unggahan videonya tentang aturan baru youtube tersebut. ” Don’t stop to create, and don’t stop to use your idea on the youtube, karena itulah tujuan Anda bikin youtube, hal yang paling menyenangkan adalah ketika video Anda ditonton sama orang lain dan video itu ada manfaatnya, bukan dari duitnya, dapat duitnya itu hanya bonus, jadi kalau kamu stres dan stop bikin youtube, penontonmu juga mikir ya ga masalah juga, dan akhirnya yang akan besar adalah orang-orang yang sudah besar, sedangkan Anda yang baru mulai tidak akan jadi apa-apa,” tegasnya.

Jadi, kini mulai sekarang tentukan pilihan kita sendiri, tujuan dari membuat konten video di youtube itu apa? (Her)

tim liputanUKM