Warung makan dengan menu masakan tradisional dewasa ini mulai menjamur di berbagai titik di Yogyakarta. Dengan variasi konsep dan tampilan, beragam warung makan tersebut mampu menjawab kebutuhan para penikmat kuliner yang rindu dengan kelezatan masakan ndeso (desa). Salah satu warung yang bisa menjawab kerinduan akan masakan khas ndeso adalah Warung Wedang Jebles. Warung yang berlokasi di Sendangtirto Berbah Sleman tersebut menyajikan aneka menu daharan khas ndeso, seperti sayur lodeh, sayur bobor, sop ndeso, oseng kates, dll.

“Dinamakan warung wedang jebles karena diambil dari salah satu varian minuman andalan kami, yakni wedang (minuman) jebles, wedang yang diolah dari berbagai ramuan rempah khas Jawa, serta memiliki khasiat bagi kesehatan,” jelas Bapak Ahmad Murjati selaku owner dari wedang jebles. Kepada tim liputanUKM, mantan kapala cabang perusahaan perbankan BUMN tersebut bercerita tentang alasan kuatnya membuka wedang jebles.

Bisnis kuliner dibutuhkan hampir semua kalangan, karena kita butuh makan dan minum, selain itu yang namanya bisnis kuliner itu tidak akan terpengaruh dengan yang namanya krisis ekonomi sekalipun,” terangnya. Keputusannya membuka warung makan juga sebagai langkah memfasilitasi istrinya Kussulihtyo Leorita yang memiliki hobi memasak. Sehingga bisa dikatakan Wedang Jebles merupakan warung keluarga, karena dikelola langsung oleh Bapak Ahmad dan istri beserta adik-adiknya.

Bidik Pasar Komunitas

Wedang jebles sebagai pendatang baru di kancah warung makan tradisional membidik komunitas sebagai konsumen utamanya. “Kenapa komunitas? Karena ketika komunitas itu kita layani dengan baik, maka mereka bisa menjadi marketing terkait produk kita, mereka dengan sukarela akan menyampaikan ke banyak orang di luar sana tentang usaha kita,” lanjut Pak Ahmad sembari tersenyum.

Baca Juga:  Peluang Bisnis Jamu Instan Tradisional Unoi Mandiri

Marketing berbasis komunitas, begitu Pak Ahmad menamakan strategi pemasaran wedang jebles. Pihaknya ingin warung yang baru dibuka pada hari Minggu (13/5) tersebut bisa bermanfaat bagi banyak orang, khususnya komunitas dan masyarakat di lingkungan sekitar.  “Otomatis segmentasinya adalah segmen yang ada pada komunitas-komunitas tersebut, dimana ketika bicara tentang komunitas berarti bicara tentang satu gaya hidup dan visi misi,” imbuhnya.

Pilihan untuk mentarget komunitas sepertinya menjadi solusi cerdas bagi Wedang Jebles. Terbukti meskipun baru beberapa hari dibuka, warung tersebut sudah mulai menerima pesanan dari berbagai pihak. “Alhamdulillah, meskipun kami anggap ini belum sempurna, namun kami sudah dipercaya beberapa pihak untuk menyediakan paket makanan untuk kegiatan mereka, semoga menjadi awal yang baik,” kata Pak Ahmad.

Strategi Pemasaran

“Ada beberapa strategi yang kita gunakan (untuk pemasaran), seperti kita bermain di bawah harga kompetitor, kemudian dari segi tempat kita sediakan yang senyaman mungkin (bagi konsumen) sehingga membuat mereka betah, ada akses free wifi, serta pastinya kita selalu menomorsatukan pelayanan,” jelas Pak Ahmad terkait strategi pemasaran Wedang Jebles.

Untuk harga sendiri, aneka menu masakan dan minuman di warung Wedang Jebles cukup terjangkau. Aneka sayuran dijual dengan harga Rp.3.000,00-Rp.11.000,00/ porsi; aneka lauk pauk dijual dengan harga Rp.1.000,00-Rp.15.000,00/ porsi; aneka minuman dijual dengan harga Rp.1.500,00-Rp.7.000,00/ porsinya; dan masih banyak pilihan menu lainnya.

Target tinggi langsung dicanangkan Pak Ahmad terkait keberlangsungan warungnya. Dalam hal sales dan omzet, dirinya berharap di tahun pertama sudah bisa BEP. “Di tahun berikutnya setidaknya sudah bisa membantu biaya investasi, kemudian di tahun ketiga ingin menduplikasi warung di tempat/ lokasi lainnnya,” ujarnya. Sebuah target yang wajar jika melihat respon masyarakat atas keberadaan warung wedang jebles yang sangat positif sejauh ini.

Baca Juga:  Buat Laris Produk Anda di Instagram Dengan Tips Berikut!

“Bagi kami, bisnis bukan sekedar untung dan rugi, tetapi bisnis ini adalah surga dan neraka, jadi kami sangat mengharapkan dukungan dan masukan (dari masyarakat) semoga bisnis ini bisa bermanfaat bagi lingkungan, serta membawa keberkahan,” jelas Pak Ahmad sekaligus menutup wawancara pada sore hari tersebut. (her/ liputanUKM)