Mengunjungi Dusun Kiringan Canden Jetis Bantul kita akan disambut patung ‘mbok jamu’ yang merupakan simbol dari potensi masyarakat setempat. Iya, dusun yang terletak di pinggiran sungai opak tersebut selama ini dikenal sebagai sentra jamu gendong di Kabupaten Bantul. Puluhan pengrajin jamu gendong sampai saat ini masih bertahan memproduksi dan menjajakan jamu tradisional ke berbagai wilayah di sekitarnya. Tidak mengherankan jika kini Dusun Kiringan ditetapkan sebagai Desa Wisata Jamu Gendongan dari pemerintah setempat.

Belum lama ini, tim liputanUKM.com berkesempatan mengunjungi Dusun Kiringan untuk bertemu dengan salah satu pengrajin jamu di dusun tersebut, yakni Ibu Unun Matoyah. Ibu Unun selain sebagai pengrajin jamu seperti kebanyakan masyarakat lainnya, juga dikenal sebagai salah satu pionir pembuat jamu instan di Dusun Kiringan. “Semacam inovasi produk, karena di tempat kami sebagian besar usahanya adalah jamu segar, untuk itu saya mencoba segmentasi yang lain yakni jamu instan dan sirup,” jelas Ibu Unun kepada tim liputanUKM, Senin (19/2).

Pelatihan dari Disperindag Kabupaten Bantul

Sebuah perjudian yang beresiko tentunya, karena hampir semua pengrajian di Dusun Kiringan memasarkan produknya dalam bentuk jamu segar. Ditambah lagi, masyarakat sudah mencap daerah tersebut merupakan sentra produksi jamu segar tradisional. Namun bermodal keyakinan dan pelatihan dari Disperindag Kabupaten Bantul, ibu dua orang putra tersebut mantap memproduksi dan memasarkan produk jamu instan kemasan dengan brand Unoi Mandiri.

“Awal mula butuh tenaga ekstra untuk menemukan komposisi yang pas untuk jamu instan ini, berapa perbandingan masing-masing bahan baku, kemudian harus di packing seperti apa agar layak dipasarkan,” terangnya. Namun, perlahan tapi pasti, usaha yang dimulai pada April 2015 tersebut menemukan jalannya, baik dari segi komposisi maupun pemasarannya.

Baca Juga:  5 Keuntungan Menggunakan Endorsement Instagram Dalam Bisnis

Sosial media dipilih Ibu Unun sebagai sarana promosi yang pas memasarkan jamu instannya. “Pertama kali yang saya lakukan melakukan pemasaran melalui facebook dan whatsapp, responnya Alhamdulillah bagus, khususnya yang dari luar kota,” ujarnya tentang langkah pertama memperkenalkan jamu instan. Respon positif dari konsumen tersebut menambah keyakinan Ibu Unun untuk mengembangkan inovasi produknya lebih jauh lagi.

Aneka Jenis Jamu Instan

Jamu instan Unoi Mandiri diproduksi dari bahan baku alami yang beberapa diantaranya ditanam sendiri oleh Ibu Unun. “Bahan baku utama itu empon-empon, gula pasir, gula batu, gula jawa, dan gula aren, semua bahan baku kami tidak menggunakan bahan pengawet,” imbuhnya. Bahan baku tersebut kemudian diracik sendiri secara manual dan tradisional.

Dibantu langsung oleh sang suami, kini Ibu Unun mampu memproduksi beragam jenis jamu instan, diantaranya temu lawak instan, kulit manggis instan, beras kencur instan, jahe merah instan, daun kelor instan, dll. “Awal mulanya belum sebanyak ini (jenisnya), namun kami terus melakukan pengembangan supaya inovasi produknya semakin banyak,” imbuh Ibu Unun. Dalam sebulan, Ibu Unun mengaku bisa memproduksi 30-50 kg bahan baku untuk semua jenis produk.

Pemasaran Hingga Ke Luar Kota

Produk jamu instan Unoi Mandiri ternyata dilirik konsumen dari berbagai daerah, tidak hanya di lokal Bantul semata. “Sejauh ini kita sudah kirim ke Surabaya, Bogor, Jateng, Tangerang, dan Sumatera, salah satu keuntungan ketika kita menggunakan pemasaran online ya itu, produk kita bisa dipasarkan hingga luar daerah,” lanjut Ibu Unun.

Untuk lebih memaksimalkan proses pemasaran, sejauh ini Ibu Unun juga membuka sistem reseller bagi pihak-pihak yang ingin memasarkan produknya. Kendati belum banyak, namun adanya reseller diakui Ibu Unun cukup membantu pihaknya memasarkan serta memperkenalkan jamu instan ke berbagai pihak.

Baca Juga:  Peluang Usaha Paling Populer dan Menguntungkan di Yogyakarta

Di akhir wawancaranya, Ibu Unun berujar jika kunci kesuksesannya selama ini terletak pada keuletan, telaten, komitmen, kreatif, dan inovatif. (her/ liputanUKM)