Bagi pecinta kuliner khas daerah pasti tidak asing dengan masakan ingkung ayam jawa. Masakan asli jogja dengan cita rasa yang khas ini masih jarang dijumpai. Bertempat di Jalan Bantul km 8,7 Cepit, Bu Tatik begitu sapaan akrabnya ketika ditemui reporter liputanUKM.com merupakan pemilik dari rumah kuliner “Omah Ingkung” ayam jawa. Ditemani suami dan empat puluh karyawannya, bisnis rumah kuliner ingkung ayam ini berdiri sejak tahun 2011.

Pengembangan usaha menjadi langkah awal

Berbisnis dalam dunia kuliner bukan kali pertama dilakoni Bu Tatik. Sebelum omah ingkung ini berdiri, bisnis warung mi ayam bakso sudah pernah dijalaninya dan masih ada hingga sekarang.

“Ingin mencoba jenis kuliner yang  berbentuk makanan nasi, awal mencoba membuat ingkung hanya dinikmati keluarga dan tetangga sekitar, setelah dirasa bisa diterima baru berani buka rumah kuliner ini”, jelasnya.

Cita rasa yang khas selalu dijaga

Kunci utama dalam bisnis kuliner makanan adalah kualitas rasa. Hal ini akan menentukan perkembangan dari bisnis tersebut. Oleh karena itu dalam hal meracik bumbu dan rempah ingkung, Ibu dua anak ini selalu melakukannya sendiri untuk menjaga takaran yang pas. Sedangkan dalam hal pemotongan ayam dan pengolahan ayam dilakukan karyawan yang memang sudah profesional.

“Dalam hal meracik bumbu selalu ditangani sendiri bersama suami, tidak berani orang lain karena takarannya sangat menentukan rasa dari masakan nantinya, juga proses pemilihan ayam yaitu milih ayam yang berkualitas dan disembelih sendiri”, terang Bu Tatik.

Menu masakan beraneka ragam

Bermacam-macam menu olahan Omah ingkung membuat setiap konsumen yang pernah menikmati akan datang kembali. Tidak hanya masakan ingkung ayam saja, tapi juga tersedia ayam goreng kremes, bebek goreng dada, bebek goreng kremes, tumpeng aneka ukuran, dan paket nasi dos. Cita rasa lezat dan khas yang dihasilkan membuat “Omah ingkung” selalu dibanjiri pengunjung dan pesanan.

“Pemesan biasanya tidak hanya jarak dekat saja, ada yang pernah hingga sampai luar kota juga, sekali ada pesanan dalam partai besar kira-kira dari 500 sampai 700 dos, ya biasanya untuk acara yang banyak orang, ada acara makan pribadi, keluarga, instansi sampai rapat perkantoran disini”, pungkasnya.

Beberapa dari kalangan artis hingga pejabat yang sedang berkunjung ke Jogja juga pernah mencicipi ingkung ayam jawa ini. Tidak heran jika omzet yang didapat per bulannya bisa mencapai lima puluh sampai enam puluh juta rupiah. Dan bagi siapapun yang berminat memesan masakan “Omah Ingkung” bisa menghubungi 0274- 453 7804.

Permodalan tidak dijadikan hambatan dalam bisnis

Modal merupakan langkah awal dalam memulai suatu bisnis. Adanya penawaran produk simpan pinjam yang diberikan Bank tidak dilewatkan begitu saja oleh Bu Tatik agar mempermudah jalan bisnisnya. Namun, masih saja ada kendala-kendala yang dialami antara lain kurangnya area tempat memasak dan minimnya armada untuk mengantar pesanan partai besar. Meskipun begitu, tidak menjadi hambatan suksesnya  rumah kuliner yang selalu buka setiap hari ini.