Dunia kuliner selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar masyarakat yang mencoba peruntungan di bidang bisnis. Makan sebagai kebutuhan primer manusia menjadi salah satu faktor penting kenapa bisnis kuliner amat diminati para pelaku usaha. Tidak melulu tentang makanan utama (main course) semata, banyak juga makanan pendamping (appetizers dan dessert) yang dikembangkan sebagai core bisnis kuliner.

Salah satu makanan yang jamak ditemui di berbagai daerah dengan kemasan yang bervariatif adalah roti dan kue. Nah, tim liputanUKM.com mencoba mengulas tentang usaha roti dan kue yang berada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni Gloria Snack. Adalah Siska Gunawan (34) yang merintis Gloria Snack menjadi sebuah bisnis kuliner yang khusus menjual cake, dessert, dan snack. “Yang jelas hobi atau passion saya ialah membuat makanan ringan, saya sering bikin kue dan roti, ternyata banyak teman-teman yang suka, dari situlah awal mula modal saya merintis bisnis kuliner ini (Gloria Snack),” ujarnya.

Tidak Familiar di Masyarakat 

Gloria Snack bisa dibilang usaha kuliner unik dan kreatif, karena makanan ringan yang dibuat tidak familiar di masyarakat. Ia sempat bingung menjelaskan produknya kepada konsumen yang bertanya-tanya mengenai jenis makanan yang ia jual. Selain itu, harga makanan juga terbilang lebih mahal.

“Untuk jual mille crepes, agak susah di jelasin ke customersnya tentang kue yang bagaimana itu, dan harganya juga agak di atas rata-rata, jadi orang kalau beli agak kaget, biasa begitu, wajar dong proses pembuatannya nggak gampang, butuh ketelatenan, terus bahannya juga nggak murah, jadi wajar kalau agak diatas rata-rata harganya,” terangnya sembari tersenyum.

Meskipun harga makanan tidak murah yakni, berkisar Rp.150.000 s.d. Rp.350.000, Siska berhasil meyakinkan konsumen dengan menghadirkan taste yang tidak mengecewakan.

Baca Juga:  Mahasiswa Yang Sukses Dengan Rumah Ori Jogja

Pemasaran Dengan Strategi Khusus

Siska Gunawan – Owner Gloria Snack Balikpapan

Lima tahun menjalankan bisnis makanan yang menguntungkan, Siska sudah sukses memasarkan produk ke beberapa kota diluar Balikpapan. Konsumen Gloria Snack sudah merambah ke beberapa kota, diantaranya Samarinda dan Sangata. Khusus di Sangata, hanya beberapa produk saja yang dipasarkan, karena kebetulan semua produk Gloria Snack bersifat keep in refrigator alias tidak tahan suhu ruang.

Dengan strategi pemasaran online, khususnya jemput bola konsumen dan broadcast messages, makanan yang Siska buat selalu laris. Layaknya pebisnis lain yang ingin berjuang terus, Siska tak hanya ingin berhasil di pemasaran saja. Dia ingin bisa berkembang lagi dengan membuka toko fisik dan merekrut karyawan supaya lebih produktif.

Walaupun sudah banyak yang menekuni, menambah penghasilan lewat usaha kuliner unik, tidak salah untuk dijajal. Bagi Siska, usaha kuliner yang menjanjikan adalah usaha yang diiringi dengan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Tak masalah berbisnis produk yang mainstream, asal memegang kunci keberhasilan tersebut. (Kin/ LiputanUKM)