Kemasan JKebab Delivery

Saat ini di Indonesia tengah menjamur beragam makanan impor dari luar negeri, diantaranya  spaghetti dari Italia, sushi dari Jepang, dan gimbap dari Korea. Beragam makanan tersebut jamak ditemui di beberapa sudut kota dengan berbagai tampilan konsep pemasaran, baik itu kafe maupun gerobak. Satu lagi makanan yang kini mulai muncul ke permukaan dan digandrungi masyarakat lokal, yakni kebab. Makanan yang berasal dari Negara Timur Tengah tersebut menjelma menjadi salah satu buruan para penikmat kuliner tanah air karena kelezatan rasanya.

Sejalan dengan makin akrabnya lidah masyarakat Indonesia terhadap kebab, semakin banyak pula para pelaku usaha yang menekuni bisnis berjualan makanan berbahan dasar daging tersebut. Salah satunya adalah Kristyawan Maradona yang mendirikan JKebab Delivery (JKD). “Berawal dari kesukaan saya makan kebab, dan melihat adanya peluang yang besar ketika itu, saya semakin yakin untuk membuka usaha berjualan kebab,” ungkap Kristyawan kepara tim liputanUKM.

Pemasaran Melalui Sosial Media

Lezatnya JKebab

Tahun 2012 menjadi awal mula Kristyawan memulai bisnis kebabnya tersebut di kota Jakarta. Memanfaatkan pemasaran melalui sosial media, JKD lambat laun mendapatkan tempat di hati penikmat kuliner di kota kembang. Yang menjadi pembeda, tahun 2015 JKD berani mengusung konsep yang cukup unik, yakni menggunakan sistem delivey order. “Pada awalnya kami kesulitan masalah pengiriman, karena sering ada 2-3 pesanan dalam satu waktu, padahal armada kirim kami masih terbatas. Tapi Alhamdulillah saat ini sudah terbantu dengan adanya ojek online, walaupun sebenarnya lebih enak kalau punya armada sendiri” lanjut Kristyawan.

Untuk bisa memesan makanan ini, Kristyawan sudah memulai open delivery sejak pukul 06.00 sehingga bisa disajikan untuk sarapan  pagi atau bekal anak ke sekolah. “Untuk pemesanan, kami memanfaatkan akun sosmed seperti di FB, Instagram, twitter, dan melalui berbagai event kuliner nusantara,” imbuhnya. Kemudahan akses pemesanan dan delivery order membuat nama JKD semakin booming hingga mampu bertahan sampai saat ini.

Baca Juga:  Peluang Bisnis Jamu Instan Tradisional Unoi Mandiri

Lima tahun menjadi waktu yang luar biasa sebuah bisnis berbasis kuliner mampu bertahan di tengah gempuran produk-produk baru yang kian menjamur. Bahkan saat ini JKD konsisten dengan rata-rata 8.000 produk setiap bulannya. Bukan tanpa kendala, Kristyawan mengaku jika dirinya masih sering mengalami kendala dalam proses pengiriman. Namun, dengan dukungan tim yang solid sejauh ini JKD sudah mampu berkembang ke beberapa kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, Cibinong, Cibubur, Bandung, dan Surabaya. Harga yang ditawarkannya pun cukup terjangkau, yakni berkisar Rp.13.000,00 – Rp.75.000,00.

Pengelolaan Karyawan Yang Baik

Produk JKebab Frozen

Hingga saat ini usaha JKD masih dikerjakan dari rumah, tentu ini sangat menguntungkan bagi Kristyawan karena bisa membuka lapangan kerja untuk karyawannya tanpa harus adanya fixed cost untuk sewa tempat. Dalam mengelola karyawannya Kristyawan selalu menjalin komunikasi yang baik sehingga karyawannya bisa tetap loyal dan produktif.  “Dalam menjaga karyawan yang bekerja di JKD saya selalu menjalin komunikasi yang baik dengan mereka, selain itu saya juga selalu memberikan reward kepada karyawan ketika mereka mencapai target sehingga mereka akan selalu termotivasi,” terang Kristyawan.

Kristyawan juga menambahkan dengan adanya  pengelolaan karyawan yang baik sehingga akan menghasilkan tim yang baik dan ini merupakan salah satu rahasia kunci sukses yang dilakukan oleh Kristyawan. Di akhir wawancara Kristyawan berharap suatu saat bisnis yang dikelolanya akan mampu menguasai pangsa pasar delivery di Indonesia.

Sumber foto: Narasumber

tim liputanUKM