Aneka Menu Makanan Rumah Ori Jogja

Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota pelajar atau pendidikan. Banyaknya lembaga pendidikan khususnya universitas yang berdiri di sana ditengarai menjadi latar belakang adanya julukan tersebut. Ribuan orang dari berbagai daerah setiap tahunnya berbondong-bondong memperebutkan tempat di berbagai kampus negeri maupun swasta yang tersebar di berbagai wilayah di Yogyakarta.

Banyaknya pelajar yang menuntut ilmu di Jogja dibarengi pula dengan lahirnya pemuda-pemuda kreatif yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengembangkan usaha. Jauh dari keluarga, uang jajan pas-pasan, biaya kos tinggi, serta harga buku yang tidak murah menjadi beberapa alasan para pelajar/ mahasiswa di Jogja banyak yang mendirikan usaha.

Nah, beberapa waktu yang lalu tim liputanUKM berhasil mewawancarai salah seorang mahasiswa yang sukses dengan cerita bisnis dan kuliahnya. Muh. Imam Bukhori (23) namanya, anak muda yang biasa dipanggil Ori tersebut sukses mengembangkan warung makan yang beromzet puluhan juta Rupiah per bulannya.

Memulai Bisnis Sejak Semester 3

Ori-Owner Rumah Ori Jogja

Succes story Ori sebagai pengusaha muda dimulai ketika dirinya masih duduk pada bangku semester 3 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sebelumnya, Ori sudah memulai petualangan bisnisnya dengan menjadi pedagang keliling di seputaran kampusnya. Namun, pada semester 3 tersebut Ori mendapat momen memperkenalkan usahanya di depan umum. Momen itu datang ketika kampusnya sedang menggelar ospek dan menggelar dialog bertemakan entrepreneur. Ori menjadi salah seorang mahasiswa yang terpilih untuk naik ke panggung dan sharing tentang dunia bisnis yang digelutinya.

“Momentum yang tidak mungkin saya lupa, September 2013 saya bisa memperkenalkan Rumah Ori (brand usahanya) di depan mahasiswa UMY berjumlah ribuan, bahkan ketika itu dihadiri langung Bapak Jusuf Kalla, dari situlah usaha saya mulai banyak dikenal kalangan mahasiswa kampus,” ujar Ori kepada tim liputanUKM. Momentum memperkenalkan usaha di depan mahasiswa yang notabene menjadi target pasar usahanya menjadi langkah maju bagi Ori. Dari situlah warung makan yang dibukanya mulai dikenal dan diserbu pada mahasiswa seputaran kampus UMY.

Baca Juga:  Bisnis Minuman Teh Yang Menonjolkan Estetika Visual Dan Cerita

Menjual Menu Masakan Sederhana

Masakan Rumah Ori Jogja

Ketan susu, cililopo, dan krupuk rambak adalah produk pertama yang berhasil dipasarkan oleh Rumah Ori. Bukan tanpa kendala, di awal mengembangkan Rumah Ori dirinya sering membagi-bagikan hasil jualannya kepada teman-temanya ketika tidak laku. “Jualan pertama dari 15 yang laku cuma 3, sisanya saya kasih ke teman itung-itung sebagai tester. Dari situ yang tadinya tidak tahu (produknya) karena dikasih akhirnya banyak yang tahu,” kenang mahasiswa jurusan HI tersebut.

Untuk saat ini Rumah Ori fokus pada produksi makanan seperti nasi box, tumpeng, ramesan, menu paket seperti sarang, kimbo, dan juga ceker ayam.  Aneka jenis masakan tersebut dijual dengan harga Rp.1.500,00 sampai dengan Rp.16.000,00/ porsinya. Harga yang cukup terjangkau untuk kalangan mahasiswa, sehingga wajar jika Rumah Ori menjadi salah satu warung jujukan untuk mencari makan.

Membuat gagasan-gagasan baru guna menunjang usahanya sudah barang tentu menjadi salah satu yang disiapkan oleh pria sulung ini. Salah satunya dengan membuat project menu spesial day tombo kangen dengan menu spesial ketan susu dan makanan-makanan legenda Rumah Ori lainnya. Selain itu Ori juga tengah menyiapkan project penjualan tempe kering untuk wilayah-wilayah luar DIY. Untuk pemasarannya sendiri menu Rumah Ori dapat diakses melalui berbagai sosial media seperti Line Official, IG, Facebook, dan juga melalui aplikasi Gojek.

Membagi Waktu Antara Kuliah dan Berbisnis

Sambal Kacang Rumah Ori Jogja

Membagi waktu antara kuliah dan menjalankan usaha ini bukan sebuah hal yang mudah bagi Ori. Sudah menjadi kewajiban setiap anak kuliah untuk mempertanggungjawabkan hasil perkuliahannya kepada orang tuanya. Di sisi lain komitmen Ori untuk memulai bisnis juga harus bisa dijalankan dengan sungguh-sungguh. Banyak hal yang mesti dikorbankan oleh Ori untuk bisa berhasil menjalankan keduanya dengan baik, salah satunya ia mesti mengalah untuk mendahulukan pendidikan adik-adiknya ketika usaha orang tuanya sedang tidak baik.

Baca Juga:  Manis Untungnya Bisnis Roti dan Kue Maharani

“Sampai saat ini memang belum lulus, karena ada prioritas lain yang harus didahulukan, yakni sekolah adik-adik saya,” terang Ori yang harus menempuh cuti kuliah karena hal tersebut. Namun siapa sangka, justru karena pilihan itulah dirinya bisa fokus membesarkan bisnisnya sampai seperti saat ini.

Ori tidak pernah menyangka bahwa hobi masaknya dapat mengantarkan kesukseskan seperti sekarang ini, ia hanya yakin bahwa keistiqomahannya selama menjalankan bisnis ini bisa mengantarkan Ori ke gerbang yang lebih besar dari ini. Banyak hal yang bisa Ori rasakan ketika ia fokus dalam bisnis kulinernya, salah satunya mendapatkan kesempatan untuk bisa ke Australia untuk belajar dan mengenalkan masakannya ke negeri kanguru.

Besar harapan Ori untuk bisa mengembangkan bisnisnya ini hingga bisa menghasilkan manfaat yang lebih bagi banyak orang. Di akhir wawancaranya Ori juga berpesan kepada pebisnis muda untuk tetap fokus. “Semoga mahasiswa yang akan atau sedang menjalankan usaha bisnisnya bisa tetap fokus dan istiqomah, jangan sampau tergiur dengan rumput tetangga yang lebih hijau,” tutup Ori kepada Tim LiputanUKM.

tim liputanUKM