Sajian menu ayam geprek uda gembul Balikpapan

Ayam Geprek menjadi kuliner yang sangat familiar di kalangan masyarakat kita. Di berbagai kota khususnya di Jawa warung yang menyajikan ayam geprek sebagai menu utamanya sudah sangat jamak ditemui. Para pelanggannya pun beragam, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Harga yang terjangkau serta penggunaan cabai sesuai selera (by request) menjadi salah satu keunggulan ayam geprek jika dibandingkan dengan menu sajian sejenis. Alhasil, periode tahun 2016 ayam geprek pernah booming dan menjadi favorit di masyarakat.

Pernah diprediksi hanya sebagai menu musiman saja, tetapi dalam perkembanganya sampai sejauh ini ayam geprek masih menjadi primadona kuliner di berbagai wilayah. Buktinya, warung yang menyajikan menu ayam geprek semakin menjamur, dengan berbagai variasi rasa dan sajian. Tidak hanya di Pulau Jawa, kini ayam geprek juga sudah merambah ke pulau seberang, yakni Kalimantan, lebih tepatnya di Balikpapan.

Tim liputanUKM melakukan wawancara dengan salah satu pengusaha yang membuka warung ayam geprek di Balikpapan. Ayam Geprek ini berbeda dengan Ayam Geprek yang dijual pada umumnya. Usaha yang diberi nama Geprek Uda Gembul ini, tidak hanya menghadirkan daging ayam saja untuk di geprek, tetapi juga memberikan menu baru seperti ikan tuna dan kepiting. Ayam Geprek Uda Gembul yang sudah dirintis sejak awal Februari 2017 ini, disajikan dengan racikan sambal matang yang mengguggah selera. Ada dua pilihan sambal yang ditawarkan yakni, sambal merah dan ijo. Selain sambalnya yang mempunyai ciri khas, kemasan yang digunakan juga terlihat menarik.

Memanfaatkan Pemasaran Online

inovasi dan kemasan ayam geprek uda gembul balikpapan

Konsumen setia Ayam Geprek Uda Gembul tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk makan. Ayam Geprek ini bisa dipesan setiap saat secara online melalui gofood dengan harga 20-27 ribu per porsi. Dengan strategi pemasaran online, Ayam Geprek Uda Gembul mampu meraih penjualan 100-300 box per harinya.  Sebuah indikasi bahwa usaha ayam geprek ini memiliki banyak penggemar. Bisa dibilang cukup berhasil, mengingat usahanya yang masih seumur jagung.

Baca Juga:  Laris Manis Dengan Bisnis Make Up Artis

Singkat cerita mengenai perjalanan Ayam Geprek Uda Gembul. Pertamakali dirintis oleh Poma Indra dengan modal awal 3 juta. Kegemarannya makan sambal memotivasinya untuk membangun usaha kuliner ini. Sempat menemui kesulitan dalam membangun kepercayaan konsumen tentang matang atau tidaknya sambal yang digunakan. Tak menyerah walau sempat menemui kesulitan, Poma Indra menggencarkan produk melalui instagram, facebook forum, dan facebook ads, serta grup Whatsapp. Bahan baku yang diperoleh sangat mudah, tersedia di pasar dan swalayan terdekat, dengan biaya yang bervariasi.

Layaknya dunia bisnis yang terus berdinamika, Ayam Geprek Gembul tak berhenti untuk mengembangkan strategi pemasaran, menawarkan peluang usaha untuk membuka kerjasama kepada masyarakat. Selain mempertahankan rasa, Poma Indra juga berupaya mempertahankan harga produknya tetap murah.

tim liputanUKM