Di era modern ini, mengkonsumsi teh menjadi gaya hidup bagi hampir semua kalangan. Teh sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Memulai hari sebelum beraktivitas, rasanya kurang lengkap tanpa menyeduh teh. Kebiasaan inilah yang menjadi momentum baik bagi kebanyakan orang untuk memanfaatkannya menjadi sebuah peluang bisnis.

Tak terkecuali wanita berusia 38 tahun yang tinggal di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, Eunice Nuh. Ia dan keluarganya sangat menggemari teh, hal ini yang menjadi salah satu alasan khusus Eunice membangun teh yang diberi nama Teh Warisan. “Teh sangat lekat dengan kami 3 bersaudara sebagai pendiri. Diperkenalkan oleh kakek kami dan lebih kepada nilai pentingnya keluarga untuk selalu bersatu,” jelas Eunice kepada tim liputanUKM.com.

Sebagian besar orang hanya mengenal satu jenis teh saja. Padahal teh ada beragam jenis, hal ini yang coba dikembangkan oleh Eunice. Selain menjadi tantangan mengembangkan bisnis minuman teh yang beragam jenisnya, di satu sisi ini juga sempat menjadi kendala. Banyak orang belum paham bahwa teh tidak hanya ada satu jenis saja.

Jadi, Teh Warisan perlu mengedukasi konsumen lebih ekstra, supaya para konsumen mengenal ragam jenis teh tersebut. Tidak hanya itu, Teh Warisan juga memberikan jamuan minuman teh pribadi dan sosialisasi melalui media sosial.

Estetika Visual Dan Cerita Jadi Keunggulan

Teh warisan menghadirkan pilihan produk seperti teh single atau original dan tea blend, serta tersedia dalam bentuk paket. Produk teh rata-rata dijual mulai harga 30 ribu sampai 475 ribu. Teh Warisan bisa jadi ide bisnis minuman unik karena berbeda dari yang lain. Teh dari  Teh Warisan hadir bukan hanya sekedar teh yang diseduh, ia punya estetika visual dan cerita.

Baca Juga:  Inovasi Bisnis Ayam Geprek Uda Gembul Balikpapan

Terdapat puisi dan musik dengan berbagai tema yang bisa diperoleh dari paket Teh Warisan. Dengan menonjolkan hal tersebut, produk Teh Warisan semakin banyak dipilih pelanggan untuk dikonsumsi maupun untuk oleh-oleh. Terbukti dengan kapasitas produksi teh yang mencapai 25-100 bungkus per bulan dengan volume 20 kg setiap bungkusnya, ditambah lonjakan permintaan produk saat hari raya. Bahan baku teh mereka dapatkan langsung dari Sumatera hingga Bali.

Pemasaran Dengan Cara Berbeda

Mengikuti perkembangan teknologi terkini, Teh Warisan memasarkan produk melalui media sosial. Ada pun strategi pemasaran secara langsung dengan manaruh beberapa produk di toko dan café yang memiliki kesamaan visi dengan Teh Warisan. Teh Warisan semakin menjadi bisnis minuman kekinian dengan membuat program khusus keanggotaan (member) yang kuotanya terbatas.

Konsumen tidak hanya mendapatkan semua teh yang dihasilkan Teh Warisan dalam setahun, dengan member tersebut konsumen secara tidak langsung juga mendukung program pelatihan mengemas produk teh bagi para perempuan muda yang tinggal di yayasan panti sosial.

Sejauh ini dalam mengembangkan bisnis minuman, Eunice dibantu oleh beberapa orang. Supaya proses produksi maupun pemasaran tetap lancar, Eunice mengedukasi secara bertahap kepada karyawan. Ia juga berusaha mengenali karakter dan kinerja karyawan untuk memudahkan dirinya membagi tugas yang sesuai.

Jadi, dalam usaha menarik perhatian pelanggan, sebuah produk tidak hanya mengunggulkan rasa, tetapi bisa juga melalui visual dan cerita produk yang bermakna. (Kin/ liputanukm.com)