Kosmetik merupakan bidang bisnis yang hingga saat ini masih digandrungi para pengusaha. Pasalnya, kosmetik juga merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang tak pernah absen di kehidupan sehari-harinya. Mulai dari pagi hingga malam, kita tak pernah lepas dari barang-barang kosmetik yang menunjang kesehatan kulit dan penampilan. Demikian yang menjadi motivasi dua perempuan muda, Diandra Bernadin dan Amanda menciptakan sebuah kosmetik dengan brand lokal Indonesia.

Berawal Dari Passion

Berawal dari passion keduanya menggeluti dunia kosmetik, mereka berdua pun mengawali karirnya dengan bekerja di industri kecantikan. Mereka menjadi distributor produk kosmetik dari luar negeri. Melalui pekerjaan pertamanya ini, Diandra dan Amanda banyak belajar lebih dalam tentang dunia kosmetik, sampai akhirnya tumbuh ide dan inisiatif dari mereka untuk menciptakan produk sendiri dengan mengusung brand lokal pada akhir tahun 2015.

“Kita berdua sama-sama memiliki background yang interest-nya di beauty, itu pertama, kemudian kita berdua sudah bertahun-tahun memang bekerja di industri beauty, dulu kita distributor utama suatu produk luar, kita yang masukin ke Indonesia, kita urus semua dari nol produk tersebut, dari masuknya produk tersebut dari US ke Indonesia, Legal seperti BPOM, HAKI, dsb nya, kemudian penempatan gudang, penetrasi pemasarannya, penjualannya, hingga produk tersebut settle di Indonesia, kemudian kita berfikir, kenapa gak kita buat sendiri ya produk kosmetik”, ujarnya saat diwawancarai Liputan UKM.

Seperti pelaku bisnis pada umumnya, Diandra dan Amanda tak luput dari jatuh bangun selama berproses membangun bisnis kosmetik brand lokal. Namun, bagi keduanya hal itu tak dianggap sebagai hambatan, tetapi justru menjadi sebuah tantangan. Brand internasional maupun brand lokal sudah cukup menjamur di Indonesia. Posy Beauty harus mengarungi persaingan pasar kosmetik yang begitu kuat ini. Usaha ini pada akhirnya membuahkan hasil, dengan kematangan risetnya mengenai produk kosmetik dan berbagai ide kreatif, formula, serta unique selling point yang dibangun oleh Posy Beauty.

Baca Juga:  Bisnis Oleh-Oleh Khas Jambi Jakoz

Lima Jenis Lipstik Sukses Dipasarkan

Pertama kali launching, Posy Beauty berfokus pada penciptaan lipstik brand lokal. Ada pun beberapa jenis lipstik yang telah berhasil diproduksi dan dipasarkan oleh Posy Beauty diantaranya, Envy: Peach Brown, Greed: Dark Brown, Lust: Dark Purple, Pride: Red Maroon, dan Wrath: Pure Brown. Lipstik dipasarkan dengan harga Rp.150.00,00/ shade. Namun, ada harga khusus untuk anda yang ingin membeli beberapa lipstik. Kini penjualannya sudah semakin berkembang, terbukti dengan jumlah produksi per bulannya yang bisa mencapai 1.300 pcs.

Fokus Pada Media Sosial Dan Marketplace Untuk Pemasaran

Kesuksesannya dalam meningkatkan penjualan produk brand lokal, tidak terlepas dari strategi pemasaran yang digunakan. Di tengah hiruk pikuk jaman yang serba digital ini, Posy Beauty benar-benar memanfaatkannya untuk memasarkan produk. Media sosial dan marketplace menjadi lahan bagi Posy Beauty untuk membuka lapak, bahkan mereka juga membuat website sendiri agar konsumen bisa dengan mudah memperoleh informasi seputar produk brand lokal. Bisa diakses di www.posybeauty.com. Namun, mereka juga tak melupakan konsumen yang masih rajin membeli produk brand lokal di toko konvensional, sehingga Posy Beauty juga masih gencar memasarkan produk melalui beberapa store kosmetik di Indonesia, serta mengikuti berbagai event beauty yang diselenggarakan.

Investasi diri dan relasi menjadi bekal utama bagi Posy Beauty selama ini. Posy Beauty mengajak para pengusaha untuk terus menambah skill, wawasan, dan pengetahuan, serta memperbanyak relasi. Seorang pengusaha harus bisa bersikap open minded dan jangan mudah puas, apalagi merasa sudah pintar. (liputanUKM/ kin)