Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Dirut PT PNM Arief Mulyadi (kanan). Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Liputan6.com, Yogyakarta – Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebut tidak mau lagi ada Usaha Kecil Menengah (UKM) dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) berjualan di pinggir jalan. Ia memakai momen pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang hampir selesai agar diberikan ruang strategis untuk berjualan usaha kecil. Tidak tanggung-tanggung, ia menyebut siap menyewakan tempat.

“Untuk sementara ini, 500 meter persegi. Saya bisa, mungkin awal satu tahun, dua tahun, kami sewakan. Tapi setelah itu, karena ini bisnis, mereka harus urunan sendiri untuk bisa bayar ruangan di international airport,” ujarnya saat acara jamuan makan malam bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), seperti ditulis Kamis (9/8/2018), di Yogyakarta.

Namun, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan tidak sembarang barang bisa mendapat kesempatan tersebut. Sebab, pihaknya akan menyeleksi betul produk-produk yang dianggap paling potensial lewat tim kurator.

“Kami sekarang sedang membuat tim kurator. Produk-produk apa yang punya nilai jual tinggi dan punya kualifikasi standar yang baik untuk bisa jualan di international airport. Tidak sekadar orang yang punya produk itu masuk, tapi kami ingin lewat kurator, sehingga betul-betul produk ini bisa punya kualifikasi yang baik,” ucapnya.

Keputusan tersebut didasarinya pada pengalaman ketika berkunjung ke suatu tempat dan membeli oleh-oleh. Sayangnya, kemudian sang Sultan menemukan produk yang serupa dan harganya lebih murah. Hal itu membuat kebanggaannya pada suvenir tersebut malah hilang. Dia pun tak ingin kejadian demikian terjadi di Yogyakarta.

“Kasus seperti itu bagi kami merusak. Jadi saya hati-hati untuk produk yg sifatnya massal tapi dibikin UKM-UKM yang lain tapi kompetisinya tidak sehat,” ucapnya.

Turut hadir pada jamuan tersebut adalah pelaku UMKM yang berdialog bersama Sultan. Para pelaku usaha itu berbicara mengenai pengalaman dan pendapat terkait dunia bisnis.

Baca Juga:  Dongkrak Ekspor, BI Promosikan Produk UMKM

Arief Mulyadi selaku Dirut PNM turut hadir untuk bercerita mengenai program ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) dan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Ia berkata, program seperti Mekaar terbilang efektif agar para ibu dari keluarga pra-sejahtera agar lebih efisien memakai waktu mereka.

“Mekaar khusus membina para ibu dari keluarga pra-sejahtera. Tujuan utama kami meningkatkan pendapatan tambahan kelurga dan memanfaatkan waktu luang mereka untuk produktif. Tujuan utamanya seperti itu,” ucapnya.

“Setiap minggu kami kumpulkan para ibu tersebut, sambil sharing, berbagi, sambil diisi pembinaan oleh petugas kami di lapangan. Kami ada 35 kantor di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi Ada 15 untuk ULaMM dan 20 kantor untuk Mekaar,” kata Arief yang turut meminta dukungan dari Sultan dan pemerintah setempat.

“Semoga apa yang kami lakukan di Yogyakarta ini dapat berjalan efektif dan mencapai sasaran dengan baik. Dan pada akhirnya memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Yogyakarta,” ucap dia.

Oleh: Tommy Kurnia

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3613838/sultan-hamengkubuwono-x-ingin-ukm-jualan-di-bandara-internasional-syaratnya