Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Gunung Kidul, mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) berinovasi dalam memasarkan produknya supaya pembeli tidak jenuh.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunung Kidul, Widagdo, mengatakan, selama ini karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), pelaku UMKM tidak banyak berinovasi sehingga produk yang dihasilkan cenderung biasa dan belum mampu bersaing.

“Pelaku UMKM tidak boleh cepat puas, harus berinovasi,” kata Widagdo, di Gunung Kidul, Minggu (15/4).

Widagdo mengatakan, pemerintah pun terus mendukung upaya agar pengusaha meningkatkan inovasi dengan terus memberikan pelatihan. Selain itu, juga mendukung pengurusan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

“Karena keterbatasan anggaran, dari 38.000 UMKM yang ada di Gunung Kidul baru beberapa titik yang dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Widagdo mencontohkan, Gunung Kidul banyak ditumbuhi ketela, dan umbinya bisa diinovasi dengan membuat berbagai makanan yang menarik. “Memang untuk pendampingan memperoleh PIRT tidak banyak setiap tahun, kami terkendala anggaran,” katanya.

Widagdo mengatakan selain kualitas produk, para pelaku UMKM yang berjualan di lokasi wisata bisa menunjukkan pelayanan prima kepada pembeli. Sebab, jika kurang ramah maka akan berakibat buruk.

“Saat ini media sosial cukup berpengaruh, kalau pelaku UMKM kurang ramah, dan meningkatkan harga diluar batas kewajaran. Pembeli mengunggah di media sosial akan berpengaruh besar,” katanya.

Sumber : http://www.beritasatu.com/satu/488269-pelaku-umkm-didorong-lakukan-inovasi-produk.html
Baca Juga:  Puluhan UMKM Sulsel Diberi Pelatihan Akuntansi dan Jualan Online