(Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mendorong kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku ekonomi kreatif, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Tujuannya, untuk meningkatkan daya saing UMKM menghadapi gempuran produk asing yang masuk melalui marketplace. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di depan CEO BliBli Kusumo Martanto. Enggar meminta para pelaku marketplace untuk melindungi bahkan memasarkan produk dalam negeri.

“Tapi, Pak, sekarang kami minta tolong untuk memasarkan produk dalam negeri. Bukan negara ini menjadi pasar dari produk luar negeri,” ungkap Enggar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut Enggar, pihaknya saat ini tengah menyusun peraturan atau persyaratan bagi barang-barang impor yang boleh masuk ke Indonesia. Misalnya seperti ada terjemahan label dalam Bahasa Indonesia serta menggunakan standar SNI. Enggar meminta pada marketplace untuk turut mengawasi ketentuan-ketentuan tersebut. “Jadi bapak juga berikan yang boleh masuk adalah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kalau tidak, maka yang kena sanksi adalah marketplace-nya,” ujar Enggar.

Tak hanya itu, marketplace juga harus memastikan distributor barang impor juga telah mematuhi pembayaran pajak. Sesuai rencana pemerintah, nantinya para pelaku e-commerce juga akan dikenai pajak.

“Demikian juga dengan pajak. Ada PPN PPh di offline tetapi yang di online tidak. Nah kita akan sampai pada posisi itu tapi itu tahapan selanjutnya,” ujarnya.

Enggar juga berharap nantinya marketplace dapat membantu UMKM untuk dapat memasarkan produk mereka. Selama ini, UMKM dinilai sulit untuk menembus marketplace.

“Kami akan meminta, ya agak memaksa lah, pada marketplace yang besar-besar. Anda wajib menjual itu (produk UMKM). Kita akan wajibkan. Demikian juga dengan (UMKM) binaan dari kita,” ujar Enggar.

Baca Juga:  Tarif Pajak Turun Jadi 0,5 Persen, Angin Segar buat UKM

Menurutnya, meski marketplace sudah menggandeng banyak UMKM, Enggar menilai hal tersebut belum masif. Ia berharap, marketplace juga menaruh perhatian pada hal ini.

“Kami tidak mau membunuh, Pak. Kita menghadapi realitas, kita harus fair pada yang lain sehingga kepentingan negara akan hadir dan harus hadir untuk membela UKM. Dia tidak boleh dilepaskan di free market. Kalau yang besar-besar lepasin aja. Free market mereka hidup, they can survive. Tetapi yang kecil kami harus (lindungi). Maka saya minta bantuan bapak-bapak sekalian,” tutupnya.

Sumber : https://kumparan.com/@kumparanbisnis/mendag-akan-wajibkan-marketplace-jual-produk-umkm