Cr: wartaekonomi.co.id

Wartaekonomi.co.id, Jakarta – Makerfest, sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi dan menginspirasi kreator Indonesia, resmi diselenggarakan di Makassar, Sabtu-Minggu (13-14/10). Sebanyak 30 kreator lokal dari Kota Daeng mendapatkan kesempatan untuk memamerkan dan mempresentasikan beragam ide uniknya kepada masyarakat lewat festival Makerfest City Big Bang.

William Tanuwijaya selaku Chairman Makerfest 2018 menjelaskan bahwa hadirnya Makerfest bertujuan untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai kreator lokal agar berkembang dan semakin ‘naik kelas’.

“Makerfest hadir sebagai panggung online dan panggung offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka,” kata William, Minggu (14/10/2018).

“Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga semakin banyak usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” sambung dia.
Kota Makassar dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Makerfest karena peran strategis ekonomi yang dimiliki. Sebagai kota besar di Pulau Sulawesi dengan infrastruktur memadai, Makassar menjadi pintu gerbang ekonomi Indonesia timur yang berpengaruh besar dalam perkembangan ekonomi Indonesia Timur.

Salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di Makassar maupun wilayah Indonesia Timur adalah UMKM. Menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, jumlah UMKM di provinsi ini kini mencapai 1 juta. Jumlah tersebut juga diikuti dengan kesadaran para kreator lokal untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha.

Sejak tahun 2014 sampai 2018, Tokopedia sebagai salah satu perusahaan marketplace di Indonesia,  mencatat adanya peningkatan persentase jumlah merchant (penjual) dari Makassar sebesar lebih dari 118%. Peningkatan tersebut juga diikuti dengan jumlah pembeli asal Makassar yang terus meningkat.

Baca Juga:  Pemerintah Minta UMKM Berikan Pembukuan Layak

Kesadaran kreator lokal menggunakan platform online membawa dampak yang positif, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur. Berdasarkan laporan penelitian McKinsey yang berjudul The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia’s Economic Development tahun 2018, kedepannya tingkat penetrasi perdagangan online di Indonesia akan merambah area di luar Jakarta atau Jawa. Pada tahun 2022, tingkat penetrasi perdagangan online di luar Jawa diperkirakan bisa mencapai di atas 30%.

Menurut penelitian McKinsey, perdagangan online memberikan lebih banyak pilihan yakni aksesibilitas yang lebih luas dan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen. Konsumen di luar pulau Jawa umumnya menghemat 11%-25% saat berbelanja online. Melalui platform online, transaksi ekonomi bisa dilakukan dengan mudah tanpa dibatasi jarak maupun wilayah tertentu.

William berharap semangat berkreasi para kreator lokal Makassar dapat menggerakkan semangat berkreasi seluruh kreator lokal di wilayah Indonesia Timur. Melalui teknologi digital, Makerfest ingin hasil karya kreator lokal Indonesia Timur dapat dengan mudah diakses oleh pembeli di seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia Timur dapat dengan mudah mendapatkan segala kebutuhan sehari-hari.

Selain mengadakan bazaar, workshop dan kompetisi, Makerfest bekerja sama dengan TopCommunity(sebutan komunitas seller Tokopedia) Makassar untuk menyelenggarakan program edukasi bagi Komunitas Quiqui. Komunitas ini beranggotakan para perempuan yang berkumpul untuk memproduksi produk rajutan seperti topi, syal, sweater, serta barang kerajinan tangan lainnya. Dalam kesempatan ini, Makerfest danTop Community memberikan pelatihan, serta bantuan alat produksi.

Setelah hadir di 7 kota, Makerfest akan mendatangi satu kota terakhir yaitu Denpasar. Di setiap kota, Makerfest memberikan edukasi dan pendampingan usaha sehingga kreator lokal lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan, termasuk dalam hal strategi bisnis, branding, pemasaran dan permodalan.