Minimnya akses permodalan dan masih sedikitnya jumlah pengusaha di Tanah Air, dinilai menjadi ‘pekerjaan rumah’ utama bagi Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla di akhir masa jabatannya hingga 2019.

Ketua Bidang Koperasi, UMKM dan Usaha Rintisan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Yuke Yurike menyatakan, masifnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah harus seiring dengan tumbuhnya wirausaha pemula di sejumlah daerah. Banyaknya wirausaha, diyakini bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

“Kita sangat berharap munculnya wirausaha- wirausaha baru di Indonesia yang siap ibaratnya tangguh. Dan, ini harus menjadi PR kita bersama membantu pemerintah untuk menciptakan pengusaha baru yang handal,” kata Yuke di Jakarta, Senin 12 Februari 2018.

Menurut Yuke, berkembangnya teknologi membuat banyak lini usaha berganti platform menjadi digital. Momentum ini, harus bisa ditangkap oleh pemerintah untuk ‘menaikkan kelas’ para pengusaha bertarung di level lebih tinggi lagi.

Ia menyebut, respons positif kalangan pengusaha dari paket kebijakan ekonomi hingga jilid 16 dan penurunan bunga kredit usaha rakyat (KUR) mesti dibarengi dipermudahnya akses permodalan. Sehingga, dapat mendorong banyak pengusaha untuk naik kelas.

“Jadi, ini pesan kita kepada bapak presiden ternyata yang diperlukan sekarang itu adalah menaikkan kelas kan dari yang (usaha) mikro untuk menjadi menengah dan nantinya menjadi besar,” kata dia.

Sumber : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1006420-jokowi-diminta-dorong-ukm-naik-kelas
Baca Juga:  UKM Bersiap Masuk Digitalisasi Pasar