Berdasarkan data dari McKinsey Institute, UMKM yang sudah memanfaatkan kanal online hanya sekitar 3,97 juta. Angka itu masih sangat kecil dibandingkan jumlah UMKM di seluruh Indonesia sebesar 59,9 juta. Ini berarti baru sekitar 6,6 persen pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan layanan e-commerce.

Padahal UMKM dinilai memegang peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Pemerintah mencatat dari 59,9 juta UMKM, ada 56 persen dari total perekonomian negara yang disumbangkan oleh sektor tersebut.

Untuk itu, sejumlah kementerian menyepakati hari jualan online nasional untuk mendongkrak UKM lebih agresif menjajakan barangnya secara online. Mereka pun menetapkan 24 April sebagai hari jualan online nasional.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Lis Sutjiati menyebut penetapan tanggal itu hanya permukaan dari upaya pemerintah mendorong UMKM berjualan secara online.

“Sebenarnya yang mau kami deklarasikan hari ini adalah ada lebih dari 375 event di seluruh di Indonesia,” ucap Lis ketika ditemui di konferensi pers 8 Juta UKM Goes Online di Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Acara yang dimaksud oleh Lis adalah gerakan bantuan kepada pemilik UMKM di berbagai kota di Indonesia untuk hijrah ke dunia digital. Dengan memanfaaatkan kemudahan kanal online, pemerintah berharap produktivitas dan transaksi UMKM lokal bisa menggenjot perekonomian daerah.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menargetkan program ini bisa mendongkrak sampai 8 juta UMKM yang memakai kanal online untuk berjualan.

Untuk mencapai target tersebtu, Semuel mengaku pemerintah butuh bantuan dari pelaku e-commerce yang sudah punya jejaring UMKM.

“Jadi enggak hanya tugas pemerintah tapi tugas semua, termasuk pemain-pemainnya,” ujar Semuel.

Selain Kominfo, unsur pemerintah yang terlibat dalam program ini adalah Kementerian Koperasi dan UKM, serta Bekraf. Mereka melibatkan setidaknya enam e-commerce yang sudah dikenal luas mulai dari Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli.com, dan Blanja.com.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180424165016-185-293196/baru-6-persen-ukm-yang-sudah-jualan-online
Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Kaji 'Diskon' PPh UKM Hingga 50 Persen